Ke Sabang lagi, Membuktikan Bahwa Sabang Aman Untuk Jiwa Yang Kesepian



Semenjak maraknya pariwisata di Aceh, Sabang bisa disebut sebagai daerah pertama yang sadar akan manfaat yang diperoleh dari objek wisata. Saya sebagai masyarakat biasa, menilai bahwa hidupnya tempat-tempat wisata di Sabang karena keterbukaan pola pikir dari masyarakat itu sendiri, ikut campur masyarakatlah yang sejatinya memudahkan pemerintah dalam memajukan sebuah daerah, termasuk di Sabang ini.

Tahun 2012, saat pertama kali berkunjung ke Sabang, fenomena keramah-tamahan masyarakatnya dalam mempromosikan objek wisata jauh berbeda dibandingkan daerah lain, jika di daerah lain masih “mengejar pengunjung dengan parang”, maka di Sabang mengundang pengunjung untuk datang lagi dengan suguhan kenangan.

Tahun 2017, untuk kedua kalinya saya berlibur ke Sabang, menjelajahi kota hingga pinggiran pulau. Saya merasakan sambutan hangat dari masyarakat. Senyum merekah jelas tergambarkan dari raut wajah mereka saat membanggakan kotanya sebagai Kota Wisata. Jelas, ini tidak dimiliki oleh beberapa kota lain di Aceh.

Tahun 2019, beberapa bulan yang lalu. Seorang diri yang hanya berteman dengan sepeda motor putih. Selama tiga hari di sana, saya mencoba untuk lebih banyak berinteraksi dengan masyarakan Sabang. Meskipun banyak diantara mereka yang bertanya karena berpergian seorang diri, namun saya merasa cukup aman ke Sabang. Tanpa takut dirampok, diculik, atau dilecehkan. Seorang diri ke Sabang, saya merasa sangat baik-baik saja.

Pele’s Place Bunggalow
Di Resort ini saya bermalam minggu seorang diri. Tidur di kamar pengantin. Sepasang angsa terduduk manis di atas kasur bukti lambang kesetian. Ah, suatu hari saya berharap bisa kembali ke sini dengan pasangan halal, “Tolong Aamiin-kan teman-teman!”


Dinding kamar beralas rotan, bukti nyata bahwa kamar ini sangat klasik dan eksotis. Gorden yang terpasang di jendela mengingatkan saya akan rumah masyarakat di zaman dulu. di depan kamar, jelas terpampang nyata indahnya dunia ciptaan-Nya ini. Hanya dengan harga  Rp.90.000/malam (diskon 10%), saya cukup menikmati.

Satu hal yang saya syukuri adalah suasana Resort yang begitu damai dan sejuk. Tanpa ada kebisingan, yang ada hanyalah suara gelombang air di pulau Iboih yang riaknya menyegarkan pikiran. Inilah tempat perenungan terbaik sepanjang hidup saya.


Service Excellent, Wow… banget!
Resort Pele’s Place Bunggalow sedang dalam tahap pembangunan. Milik masyarakat kita sendiri. Saya acungkan jempol untuk pelayanan prima dari seluruh karyawannya. Saat kehilangan kunci sepeda motor, mereka dengan sigap membantu saya mencarinya dan memastikan bahwa kendaraan saya dalam kondisi aman.
 
Saat saya duduk sendiri di restoran yang menghadap ke arah pulau, dalam hujan rintik seorang pelayan tampan datang menghampiri, “Dek, duduk di sana saja, nanti kehujanan.” Aihh.. senyumnya.

Menjelang Magrib, saya bergegas ke kamar mandi. Sedikit lebih sabar karena harus antri, ada sepasang kekasih yang sedang mandi bersama. Seorang pelayan datang membuka obrolan. Obrolan seru kepada orang yang baru saya kenal. Katanya, kalau butuh bantuan disuruh hubungi dia, kamar pelayan doi tepat di bawah kamarku. Katanya lagi, mereka akan menjaga saya yang tidur sendiri di atas. Ah, manisnya.


Restoran Menghadap Pulau
Senja sore itu mendung. Gerimis pun turun walau sebentar. Sepasang kekasih datang mengacaukan kesendirian saya yang sedang nikmatnya menumpahkan ide ke buku notes. Suasanan sejuk dan damai inilah tempat yang selalu saya idam-idamkan saat butuh konsentrasi penuh dalam mencari sebuah ide tulisan. Namun, seketika buyar begitu saja, “Ah, kalian kenapa pula harus duduk di sampingku?”

Letak restoran yang menghadap pulau memberi kesan romantis. Jauh dari kebisingan karena letaknya pun tepat di ujung jalan Iboih. Tidak ada kendaraan yang lalu-lalang. Disekitarnya resort masih dipenuhi oleh keindahaan alam Aceh yang asli. Sangat natural tanpa dipoles sedikit pun. Pantas saja, resort ini menjadi tempat favorit pasangan untuk honeymoon atau orang-orang seperti saya yang mencari ketenangan.

sumber foto: Gites.fr, searching: google

Bicara soal makanan, harganya cukup terjangkau dan lumanyan lengkap. Untuk sekali menginap, kita akan mendapatkan voucher 1 porsi teh/kopi gratis. Terserah kapan mau kamu gunakan voucher tersebut.


Menguping Obrolan Bule hingga tengah malam
Saya memilih tarif kamar yang super murah tapi tetap mendapatkan pelayanan prima, juga kamar yang cukup bagus, lengkap dengan AC, lemari 2 pintu, dan cermin. Nah, untuk kamar dengan tarif murah ini tentu ada minusnya, yaitu letaknya dilantai dua. Di lantai 2 ini juga terdapat 2 kamar lainnya. Salah satunya telah diisi oleh 2 orang turis wanita asal London. Masih menggunakan kamar mandi umum yang letaknya tepat di bawah tangga, tapi cukup luas dan bersih. Jadi, kamu tetap enjoy!

Malam hari terasa begitu dingin, sedihnya juga bisa peluk guling, #Eh. Entah sudah berapa kali  remot AC saya tekan off & on. Padahal sudah di suhu terendah. Tetapi, dua bule yang duduk diteras depan tetap enjoy dengan baju mininya. Ah, terbuat dari apa kulit kalian?

Sejak sore tadi, magrib pun berlalu, hingga pukul 00.00 wib, sepasang wanita bule ini begitu lahap dalam obrolannya. Kursi panjang yang menghadap ke Pulau seakan menjadi pemicu segala unek-unek terkeluarkan. Di balik dinding, saya mendengar bahwa salah  seorang diantara mereka sedang dilanda masalah. Sedangkan seorang lagi berperan sebagai motivator. Sesekali terdengar suara keras dari mereka. Malam itu, karaoke bersama pun menjadi pilihan menjelang larut malam.

Ada dua asbak yang sudah terisi penuh dengan putung rokok letak tepat di atas meja kecil mereka, lengkap dengan air botol mineral hingga kulit kacang yang bertaburan di atas meja.

Suara nyaring itu begitu jelas terdengar hingga ke kamar saya. Awalnya hanya berdua, lalu datang dua orang guide melanjutkan obrolan hingga larut malam. Yang ku tangkap dari obrolan itu adalah bahwa mereka akan merencanakan diving besok pagi. Segala perlengkapan diving sudah disiapakan oleh guide.

Seru sekali, ingin sekali bergabung dalam obrolan itu tapi apa daya hanya mengerti apa yang mereka bicarakan, namun tak mampu untuk menyahutnya.  Malam itu, tidak terasa hingga terlelap dalam mimpi.

sumber foto: Gites.fr, searching: google

Kawan, tidak ada yang perlu kamu takutkan untuk berlibur ke Sabang. Mereka semua baik dan siap membantu kamu dalam segala kesulitan. Yang paling penting adalah, patuhi peraturan atau ketentuan yang telah ditetapkan oleh pelaku wisata, pemerintah, atau masyarakat setempat. Yakinlah dalam hati, bahwa kemana pun kaki ini melangkah, selalu ada Allah maha segala-segalanya yang akan melindungi dan menjaga kita.

Ibu, Kakak, dan Abang-abang Pele’s Place Bunggalow, terima kasih sudah memberikan layanan prima kepada gadis kesepian ini. Alhamdulillah sekarang sudah tidak “kesepian” lagi, hehe..


Note:
Alamat  : Jalan Jurong Teupin Layeu, Ujung Petek, Iboih, Sukakarya, Sabang 23518, Indonesia
Telepon : 0852-5370-2209 


Suatu hari, saya akan kembali lagi ke sini seorang diri atau berdua!

17 komentar:

  1. Wah... baru tahu ada kamar sebagus dan semurah meriah itu di Sabang. Thanks infonya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama-sama kak Ayu, semoga saat kakak datang nanti, masih tersedia juga ya

      Hapus
  2. Sabar ya Tina, suatu hari pasti bisa datang kemari dengan pasangan halal. Amin. Btw, romantis banget yang Bungalownya. Di mana lokasi jelasnya nie?

    BalasHapus
  3. Ah dulu pengen banget ke Sabang,sampe pernah ikutan sebuah campaign gitu.. namun belum saatnya ditakdirkan buat ksana.. her

    BalasHapus
    Balasan
    1. belum rezeki ya mas, semoga akhir tahun ini bisa ke Sabang. di akhir tahun biasanya rame yang melancong ke Sabang

      Hapus
  4. Menguping obrolan bule ini adalah kegiatan yg lucu, tp kayaknya oke jg dilakuakankalau travelling ke mana saja. Hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. haha... iya mba, saya ketawa-ketawa sendiri dengarnya, antara ngerti dan nggak, haha

      Hapus
  5. Di manapun kayaknya kita selalu kepo sama obrolan bule deh, hihihi. Di Monas aku pernah nguping bule2 yang ngobrolin sejarah Indonesia, which is aku aja org Indo nggak ngerti yg bagian itu, wkwkwk. Parah amat gw jadi orang Indonesia

    BalasHapus
  6. Sabang adalah salah satu wishlist untuk tujuan travelingku. Kata temenku ada wisata bawah laut nya jg bagus.

    BalasHapus
  7. Lautnya bagus. Tapi kamarnya kok terkesan wingit, ya? Btw, itu suara nyaringnya gak ganggu?

    BalasHapus
  8. untuk jiwa-jiwa yang kesepian, auto baca ulasannya secara lengkap akutuh

    BalasHapus
  9. enak ya bisa nguping bule ngobrol, kayak nonton tanpa subtitle. tapi gak bs direplay

    BalasHapus
  10. Noted. Semoga bisa traveling ke Sabang dalam waktu dekat. Penasaran ingin snorkwling di Pulau Rubiah Sabang.

    BalasHapus
  11. Murah banget biaya penginapannya ya, gak sampai 100 ribu. Suasana yang tenang begitu, kayaknya ideal banget untuk menulis.

    BalasHapus
  12. Wah, Sabang!!! Semoga suatu saat bisa kesana dan menikmati segala hal disana.

    BalasHapus
  13. Nah, sabang..impian yg belum wujud.
    Eh betewe itu nguping bule awas lho, dosa.. ����

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.