Jika Kamu Punya Kesempatan, Siapa Penulis Yang Ingin Kamu Temui?




Mempunyai idola memang tidak dilarang oleh Agama maupun Negara. Apalagi kalau idolanya adalah Rasulullah SAW, malahan setiap muslim dianjurkan untuk mengidolakan Nabi Muhammad SAW. Namun, yang sering terjadi sekarang adalah  profesi kamu sebagai Fansgirl dan Fansboy-nya itu berlebihan.

Guru spiritual saya sering bilang, “Kalau kamu mengidolakan artis atau seseorang yang bukan karena agamanya, maka di hari akhir pun kamu akan dikumpulkan dengan golongan mereka.” Iihh, ngebayangin nggak, sih, ngumpulnya sama Oppa-Oppa boyband.

Makanya, ketika siapapun bertanya siapa idola saya, jawaban saya tidak ada. Maksudnya tidak seorang pun kecuali Rasulullah SAW dan Umi Khadijah. Meskipun perilaku dan ibadah saya masih jauh dari beliau, saya berharap menemukan jodoh yang mau bersama-sama mau belajar menjadi sosok seperti Rasulullah dan Khadijah. Kisah suami-istri yang paling romantis, #eak

Karena bagi saya, jika bukunya bagus dan bermanfaat, saya suka. Kalau film yang diperankannya bermanfaat bagi saya, saya suka. Kalau kata-kata motivasi atau misalnya channel Youtubenya bisa memberi apa yang saya butuhkan, saya suka. Sederhanya adalah saya hanya melihat proses, perjuangan, wawasan dan ilmu yang disalurkan lewat karyanya.

Nggak Suka Sama Komika Sampah
Oia, saya juga suka nonton recehan komika di Youtube, tapi balik lagi kalau komika tersebut menggunakan kata atau kalimat yang menggandung unsur sara, pelecehan, atau vulgar, langsung, tuh, nggak akan pernah balik lagi ke channel dia. Contohnya, dulu suka lihat perjuangan seorang penulis yang akhirnya beralih menjadi komika.  Kekaguman itu karena perjuangan doi dalam menjual buku-buka hasil karyanya. Tetapi setelah saya baca, nonton, dan lihat channel Youtubenya, langsung bikin saya ilfil. Menurut saya, komika yang beradap itu adalah Pandji Pragiwaksono.

Jadi, saran saya buat kamu yang butuh ketawa, maka nontonlah recehan komika yang sopan dan santun dalam berbicara. Tidak melecehkan agama, tahu adat serta sopan santun, dan tutur bahasa yang digunakan pun bukan bahasa sampah. Karena percayalah, apa yang kamu lihat dan dengar, akan mempengaruhi ke kehidupan sehari-hari kamu, baik dalam bersikap maupun dalam berbicara.

Karya Penulis Yang Banyak Dikoleksi
Saya juga suka mengoleksi karya dari penulis tertentu. Sama halnya seperti di atas, kalau satu buku yang saya beli bermanfaat dan memberi efek positif, saya akan membeli karya doi yang berikutnya. sejauh ini, saya suka mengoleksi hampir semua seri buka karya Solikhin Abu Izzudin dan Buya Hamka. Tetapi, sedihnya karena perpustakaan mini saya letakkan di ruang tamu, alhasil banyak koleksi yang dipinjam dan hilang entah di mana. Hiks..

Karya Solikhin Abu Izzudin
Berkat membaca buku beliau, ada banyak problem dalam hidup ini yang bisa saya lewati. Buku pertama Zero to Hero telah mengantarkan saya untuk bangkit dari keterpurukan. Berawal dari buku Zero to Hero, saya mulai membaca dan mengoleksi serial berikutnya, seperti The Way to Win, Spiritual Problem Solving, New Quatum Tarbiyah, Happy Ending, dan Deadline to Headline.

Karya Inspiratif dari beliau telah mengantarkan saya untuk tau bagaimana cara berpikir positif dan penuh energik. Ada banyak teman yang minta direkomendasikan bacaan bagus, saya selalu merekomendasikan buku karya Bapak Solikhin Abu Izzudin.

Setelah di cek, hanya inilah yang tersisa. serial-serial buku ini saya beli dengan penuh perjuangan, tolong dikembalikannya kalau ada sama kamu!

Karya Buya HAMKA
Saya mengenal karya beliau setelah Bapak Haji Abdul Malik Karim Amrullah (Buya HAMKA) setelah beliau meninggal. Lewat karyanya yang difilmkan “ Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck” saya mulai mencari tau karya-karya beliau yang berikutnya.

Buya HAMKA adalah seorang ulama, sastrawan, sejarawan, dan juga politikus yang sangat terkenal di Indonesia. Buya HAMKA juga seorang pembelajar yang otodidak dalam bidang ilmu pengetahuan seperti filsafat, sastra, sejarah, sosiologi dan politik, baik Islam maupun Barat.

Karya beliau yang berjudul, “Buya HAMKA Berbicara Tentang Perempuan” juga sangat saya rekomendasikan untuk kamu baca. Bukunya tipis tetapi menyimpan makna serta manfaat yang mendalam. Lagi-lagi, buku ini dipinjam teman dan sudah bertahun-tahun belum dikembalikan. Hadeuh!!!

Pilihan buku lain yang saya suka
Teman, carilah bacaan yang berkualitas karena sesungguhnya apa yang kamu baca akan cepat berefek pada kehidupan sehari-hari kamu. Kamu tau kenapa saya tidak suka membaca cerpen atau novel? Yah, karena Cerpen dan Novel terlalu banyak mengisahkan tentang kesempurnaan cinta dan kisah romansa. Saya tidak tertarik dengan bacaan seperti ini. Secara tidak langsung, efeknya akan terbawa ke kehidupan saya.

Alfatihah saya hanturkan doa kepada Bapak inspiratif, Buya HAMKA. Karya-karya Buya sangat membantu saya dalam memaknai hidup ini. Dan semoga suatu hari saya mempunyai kesempatan untuk memilih berjumpa dengan  Bapak Solikhin Abu Izzudin. Doakan saya teman-teman! Saya ingin bertanya, apa motif beliau menulis buku seperti ini?

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.