The Legend Of Gulee Plieuk Ue





Jalan-jalan ke Aceh tidak lengkap rasanya jika belum mencoba kuliner khas Tanoh Rencong satu ini. Di Aceh, menu ini telah menjadi kuliner wajib bagi masyarakat.

Gulee Plieuk Ue memiliki rasa yang unik. Meskipun diolah dari beragam jenis rempah dan sayur-manyur, tetap saja rasanya fokus di satu titik. Ada banyak aneka tumbuhan khas alam Aceh yang turut memeriahkan cita rasa khas gulee satu ini.

Etss, kamu sudah tau belum gulee itu apa? Jadi, gulee itu gulai (kuah yang terdiri dari kumpulan sayur-sayuran) sedangkan Plieuk Ue yaitu patarana yang dibuat dari kelapa. Nah, di sini kelapa yang digunakan adalah kelapa yang sudah mengalami sedikit pembusukan. Kelapa ini dikukur, kemudian diperas dengan alat tradisional hingga mengeluarkan minyak kelapa. Jadi, Plieuk Ue itulah kelapa yang tersisa dari perasan minyak tersebut. Sudah paham, khann?

Sejak masa kerajaan Aceh dulu hingga sekarang, Pliek Ue selalu diolah oleh masyarakat dengan menggunakan cara dan alat tradisional. Untuk melihat proses ini, kamu sekalian bisa berkunjung ke desa atau perkampungan yang ada di Aceh.

Satu mangkok Gulee Plieuk Ue bakal bikin kamu mau-mau lagi. Mau coba? Eh, tapi kalau perut kamu sensitif, coba tester saja dulu. Mana tau kamu lupa sama perut yang sensitif. Hehe..


Cara Penyajiannya.....
Pliek Ue yang telah dihancurkan dengan air panas, selanjutnya dicampur dengan berbagai macam dedaunan serta bumbu penyedap alami yang terbuat dari rempah-rempah asli Aceh. Gulee Pliek Ue dimasak dengan tambahan bumbu-bumbu dapur yang cukup banyak jenisnya, sayur yang dicampur diantaranya daun melinjo, nangka mentah, melinjo, terong, pepaya muda, kacang, udang, dan masih banyak jenis lainnya.

Jangan kawatir, buat Anda yang ingin menikmati kuliner khas Aceh ini, hingga sekarang di seluruh restoran dan warung yang terdapat disepanjang Aceh sudah menyediakannya. Harga yang relatif murah, tetapi kenikmatan yang diperoleh berlapis-lapis.

Cara penyajian di masing-masing daerah beda, lho..
Kawan, tidak semua daerah yang terdapat di Aceh memiliki cara penyajian yang sama ya! seperti Aceh Besar, penyajian Gulee Plieuk Ue ditambahkan dengan Cuu (kerang), sedangkan di Barat Selatan, permentasi durian yang ditambahkan ke dalam Gulee Plieuk Ue menghasilkan cita rasa yang sedikit asam, namun tetap nikmat di lidah.

Inilah bukti bahwa kuliner Aceh punya satu nama, tapi beda cara penyajian maupun rasanya. kamu yang ke Aceh, kabarkan ke sobat di luar, bahwa Aceh sangat memuliakan tamu lewat wisata maupun kuliner. Selamat menikmati..

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.