Aku yang Sedang Menanti: Aku Menjemput Cinta


Aku mencintaimu, tapi aku lebih mencintai-Nya
Aku mengharapkanmu, tapi aku lebih mengharapkan pilihan terbaik dari-Nya
Cintaku adalah kesabaran menjaga dalam taat kepada-Nya.
Di depanmu aku mungkin banyak diam
Namun dalam istikharah di akhir malam, berkali-kali kusebut namamu.

Sebuah ungkapan yang membuat saya lagi dan lagi merenungi masa lalu dan masa sekarang. Buku karya Bang Arif Rahman Lubis, inilah buku yang paling saya butuhkan saat ini. Buku Bang Arif telah menjadi kekuatan dan harapan baru.
Buku ini saya pinjam dari seorang rekan kerja. Ia memiliki dua seri. Aku tersentuh cinta dan Aku Menjemput Cinta. Entah kenapa aku lebih tertarik dengan buku Aku Menjemput Cinta. Syair kata-kata yang ditulis membuat mata berkaca-kaca. Karena semuanya benar, itu yang saya rasakan.

Foto Oleh: Amelia Rizki

Kisah Najmuddin Ayyub merupakan beberapa bagian kisah percintaan yang digambarkan pada masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassallam, yang tertulis di buku Aku Menjemput Cinta. Kisah-kisah yang sangat menginspirasi dan menguras air mata. Perenungan yang patut direnungkan oleh saya dan kita semua yang berkeiingan untuk menikah, dan mendalami tujuan dari suatu pernikahan yang sebenarnya.

Najmuddin Ayyub adalah seorang penguasa Tikrit yang saat itu belum menikah. Saudaranya bertanya, “Saudaraku, mengapa kamu belum menikah?” sebuah jawaban yang mungkin sudah dilupakan oleh sebagian pemuda-pemuda di dunia ini. “ Aku menginginkan istri yang shalehah yang bisa menggandeng tanganku ke syurga dan melahirkan anak yang dia tarbiyah dengan baik hingga jadi pemuda dan ksatria serta mampu mengembalikan Baitul Maqdis ke tangan kaum muslimin,” jawabnya (teks Hal: 31). Bukankah ini sebuah cita-cita mulia yang sangat tinggi?  

Aku Menjemput Cinta, ulasan yang sangat sederhana namun kena dan membekas dijiwa. penyampaian yang tidak muluk-muluk. penggunaan font dan spasi yang elegan, dan tidak membosankan. Saya sangat menyukai design buku ini. Bagi sebagian orang yang mudah bosan saat membaca buku fiksi, insya Allah buku Bang Arif akan sebaliknya.

Foto Oleh: Amelia Rizki
Buku dengan ketebalan 233 halaman ini cukup menghibur dan membuat gaya penyampaian tulisan mudah tersampaikan karena warna-warna yang digunakan menunjukkan kehangatan, antusiasme, dan ketertarikan, dan menandakan sebuah pencerahan spiritual. Di dalamnya terdapat 74 kata-kata mutiara di beberapa lembaran lengkap dengan warna hitam-orange sebagai penarik semangat pembaca.

Berhijrahlah, Allah akan menganugerahkan pasangan berjuang dalam hijrah dan perbaiki diri. Disetiap kosa katanya membuat saya lebih percaya diri untuk berhijrah. Singkat kisah dari saya ketika memutuskan untuk berhijrah. Awalnya, banyak ketakutan yang hadir. Saya takut tidak menemukan pekerjaan dengan berpakaian longgar dan seluruhnya tertutup kecuali wajah dan tangan. Saya takut tidak bisa menikmati hobi (red-travelling) karena selalu menggunakan rok atau gamis. Dan tentu ketakutan jika keluarga tidak bisa menerima konsep perubahan diri. Namun, ketakutan itu nihil. Saya tidak pernah menemukan kedamaian dan ketentraman jiwa sebelumnya. Malahan yang paling saya takutkan saat ini adalah ketika iman ini pudar berlahan-lahan hingga hilang. 

Saya sadar sekarang, ternyata permintaan kita itu kecil sekali dan mudah untuk dikabulkan Allah. kita hanya perlu mengikuti perintah dan menjauhi larangan-Nya. kita poles dan merayu kepada Allah, karena Allah tahu rencana terbaik buat kita.


Kehebatan yang ditawarkan buku ini adalah mengupas tuntas secara berskala, mulai dari pemilihan jodoh terbaik yang dianjurkan oleh Allah SWT, proses ta’aruf serta tata cara yang benar, istikharah yakni memohon agar Allah pantaskan hati untuk memilih, hingga ke tahap akad dan walimah serta wejangan-wejangan berupa contoh dari Rasulullah beserta sahabatnya dalam membina rumah tangga. 

Diakhir halaman juga menyediakan lampiran cara membuat biodata Ta’aruf, sangat lengkap. saya sangat merekomendasikan buku ini dibaca. Untuk order buku bisa langsung pesan lewat instagramnya Arif Rahman Lubis di @arifrahman.lubis ( Bang Arif Rahman Lubis).

Terima kasih sudah membaca ulasan singkat dari saya, semoga manfaatnya juga tertular ke teman-teman. Aamiin...



astina ria

Phasellus facilisis convallis metus, ut imperdiet augue auctor nec. Duis at velit id augue lobortis porta. Sed varius, enim accumsan aliquam tincidunt, tortor urna vulputate quam, eget finibus urna est in augue.

19 komentar:

  1. penampilan bukunya secantik isinya yaa... inspiring..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener mba rieka... isinya pun cakap kali.. hehe

      Hapus
  2. Balasan
    1. haha... belikan buat anak kak Yeni..

      Hapus
  3. Isinya bagus. Ntar cari bukunya deh

    BalasHapus
    Balasan
    1. selamat berburu Bang Ali, semoga ketemua ya..

      Hapus
  4. mungkin kalau aku masih jomblo bakal memburu buku ituu mbak hahahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haha.... udah telat berarti ya mba..

      Hapus
  5. Wah.. ngomongin cinta jadi baper ya *uppps
    aku kayaknya mesti baca buku itu deh ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. haha... iya
      aku habis baca buku ini, entah kemana-mana mikirnya.. wkwk

      Hapus
  6. Sepertinya nggak cocok buat saya. Padahal kepo. Bukunya telat hadir ke dunia nih. 😁

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahaha... wariskan ke anak kak Lina :D

      Hapus
  7. Berhijrahlah... ���� bismillah kembali meluruskan niat...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semangat bg Ilham.. insyaAllah, pasti Allah bantu :)

      Hapus
  8. Wah pengen buku ini sebegai referensi mau nulis tema sejenis juga

    BalasHapus
    Balasan
    1. ayo mba, bisa langsung pesan lewat instagramnya beliau.. semoga sukses mba Naqi :)

      Hapus
  9. Waktu belum nikah dulu aku juga sering baca buku-buku sejenis ini biar nggak terlalu merasa sedih karena belum ketemu jodoh. He

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahaha... motivasi dalam diri ya bg...

      Hapus
  10. quotenya kece kece banget kak. aku harus baca nih kayanya

    BalasHapus