Tips Membuat Film Dokumenter Agar Berhasil


Halo filmmaker...
Beberapa hari lalu, saya dapat request dari seorang teman untuk minta dituliskan tentang pengalaman membuat film dokumenter. Sebenarnya sudah beberapa orang yang menanyakan hal yang sama, tetapi belum tergerak juga tangan untuk menulisnya. Maaf ya di PHP. Tetapi kali ini harus saya tulis, walaupun saya masih newbie, tetapi inilah pengalaman saya saat awal pertama sekali menjadi bagian dari Aceh Documentary.

Sebelumnya perkenalkan dulu, nih, Film dokumenter “Senja Geunaseh Sayang” ini adalah karya pertama saya dan Moli. Sebelumnya tidak pernah terpikir untuk terjun ke dunia perfilman. Berat dan bukan bidang saya. Bahkan cara menggunakan kamera yang benar saja saya belum paham. Dulu sekali, saya pernah punya mimpi untuk menjadi bagian orang di balik layar yang berkarya di dunia perfilman, namun itu hanya sepintas mimpi dan khayalan saja. Hehe...


Tahun 2016, saya diajak oleh Moli untuk menjadi partnernya dalam menggarap sebuah proyek yang diselenggarakan oleh Aceh Documentary melalui ajang Aceh Documentary Competition (ADC). Awalnya saya pikir hanya sekedar membantu saja, kebetulan saya mempunyai sedikit skill di bidang menulis dan lumanyan paham tentang isu-isu di Aceh. Alhasil saya bergabung dengannya. Saya masih belum yakin ternyata sudah menuju sampai tahap ini. Haha...


Berikut beberapa tips dari pengalaman saya saat mengikuti seleksi Aceh Documentary Competition:
1.  Menemukan ide menarik. Bagian tersulit yaitu dalam mencari ide. Awalnya kami sangat kegirangan setelah menemukan sedikitnya 3 ide menarik. Namun, setelah bertanya sana-sini, ide yang coba kami naiknya menemukan beberapa kendala, yaitu ada yang sudah pernah dijadikan film dan kesulitan tempat serta link dalam menemukannya. Termasuk subjek yang tidak bersedia untuk di filmkan perjalanan hidupnya.

2.      Sebelum mengirim Ide cerita, baiknya kita harus mengenal lebih dalam dengan subjek yang akan menjadi pemeran aktif dalam karya kita nantinya. Yang harus selalu kawan ingat bahwa film dokumenter berbeda jauh dengan film fiksi, karena seluruh adegan yang dipaparkan 99% nyata terjadi, bukan skenario dari sang penulis film. Oleh sebab itu, pendekatan dengan subjek dan lingkungannya sangat dianjurkan untuk mempermudah pada saat pengambilan gambar nantinya.

3.      Kirim ide terbaikmu. Setelah kamu matang dengan ide cerita yang akan diangkat menjadi sebuah film. Sekarang saatnya perbanyak doa dan menunggu hasil dari penjurian. Hasil pengumuman nantinya akan dikabarkan melalui media sosial / website Aceh Documentary, atau dihubungi langsung oleh panitia.

4.      Pada tahap ini masih ada sistem gugur. Penjurian ini yang menentukan bahwa kamu akan lolos 10 besar. Hanya yang lolos 10 besar yang akan diundang untuk mengikuti pelatihan dasar, pelatihan berlangsung kurang lebih selama seminggu. Bagi saya, pelatihan ini cukup penting, karena biasanya orang-orang butuh waktu hingga 4 tahun untuk belajar menjadi filmmaker. Nah, kita cukup 1 hingga 2 bulan saja diajarkan untuk memahami semuanya hingga menghasilkan karya terbaik.
Ekspresi kita cukup lelah, kan? Inilah perjuangan


5.      Setelah mengikuti pelatihan dasar, kamu akan diminta untuk riset ulang mengenai ide cerita yang telah ditawarkan sampai batas waktu yang ditentukan. Di sini kesempatan emas buat kamu untuk melakukan pendekatan dengan subjek. 

Pasti teman-teman bertanya, untuk apa pendekatan itu diperlukan? Begini kawan, orang-orang yang menjadi subjek kita nantinya bukanlah orang yang terbiasa dengan dunia perfilman. Bisa jadi, ini adalah kali pertama mereka melihat dan ikut langsung melakukan proses shooting. Kaku, tidak berani bicara, adegan tidak natural, takut kamera, hal-hal inilah fungsinya dilakukan pendekatan.

6.      Present Forum. Di sini seleksi hingga terpilih 5 besar. Maka 5 besar yang lolos akan memasuki tahap terakhir, yaitu pembuatan dan editing film. Kamu akan bertindak sebagai sutradara, kameramen, dan editing hingga film selesai.

Tiba lah di malam Award Night Aceh Film Festival (AFF) tahun 2016, malam penganugerahan hasil karya terbaik pilihan dewan juri. Tahun lalu, film terbaik jatuh ke film dokumenter Tanoh Akhe untuk kategori Aceh Documentary Competition. Sempat kecewa karena film kami tidak terpilih, namun kekecewaan ini hanya sementara. Karena sampai hari ini film “Senja Geunaseh Sayang” masih diminati oleh banyak orang.. hehe


Ini beberapa prestasi yang saya ingat dari film Senja Geunaseh Sayang, diantaranya:

  • Nominasi film terbaik “Senja Geunaseh Sayang” dalam festival Toraja Film Festival (TTF) di Toraja tahun 2017 yang mengantarkan kita bisa menikmati wisata Toraja, Sulawesi Selatan, saat itu diwakili oleh rekan saya.
  • Nominasi film lolos kurasi “Senja Geunaseh Sayang” dalam Festival Film Malang ( MAFI FEST) tahun 2017.
  • Pemutaran film dokumenter “Senja Geunaseh Sayang” di Sewon Screening 2017, Himpunan Mahasiswa Jurusan Film dan Televisi Institusi Seni Indonesia, Yogyakarta
  • Pemutaran film dokumenter “Senja Geunaseh Sayang” di Layar Kampus Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Malikussaleh, Lhoksemawe.
  •  Pemutaran film dokumenter karya sineas Aceh Documentary di Forum Film Asipol (FFF) Universitas Gadjah Mada tahun 2017
  • Pemutaran film dokumenter karya sineas Aceh Documentary di Andalas Film Exhibition Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas tahun 2017
  • Pemutaran film dokumenter “Senja Geunaseh Sayang” di Forum Lingkar Pena (FLP) kota Banda Aceh tahun 2017.
  • Pemutaran film dokumenter “Senja Geunaseh Sayang” di Indonesia Raja tahun 2017
  • Pemutaran film “Senja Geunaseh Sayang” di hajatan Sail Sabang ke-9 di Bioskop Misbar tahun 2017.
  • Alhamdulillah sepanjang 2017, film Senja Geunaseh Sayang” sudah keliling beberapa kota besar di Indonesia untuk mengikuti Festival Film.


Selagi muda, berkarya lah. Lakukan apapun yang membuat kita senang. Coba ini-itu penting, karena guru terbaik adalah pengalaman. Meskipun saya seorang perempuan, mencoba hal-hal menantang adalah kegilaan saya, asal itu tidak melewati batas dari agama Islam. Ayo, di coba. Jangan takut menjadi orang asing diantara keramaian.
Tahun 2017, saya diamanahkan untuk menjadi Manager ADF, dan ini wawancara perdana saya di CNN TV. Hasilnya bisa buka di Youtube

astina ria

Phasellus facilisis convallis metus, ut imperdiet augue auctor nec. Duis at velit id augue lobortis porta. Sed varius, enim accumsan aliquam tincidunt, tortor urna vulputate quam, eget finibus urna est in augue.

20 komentar:

  1. "Senja Geunaseh Sayang," tiga kata ini seolah punya power yg "BOOM!" membuat saya pengen nonton & ikuti kisahnya hehehe...

    Makasih Tina udah berbagi pengalaman & ilmu yg sangat berguna bagi kami yg masih minim wawasan di bidang ini. Ditunggu karya berikutnya!

    Jazakillah...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama2 bg maarif.. InsyaAllah jika Allah izinkan lagi.. Hehe

      Hapus
  2. Selamat atas karyanya. Luar biasa. Semoga Tina dan rekan-rekan di Aceh semakin banyak menghasilkan karya baru terutama film dengan tema-tema yang dekat dengan kearifan lokal Aceh itu sendiri.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin.. Terima kasih dukungannya kak.

      Hapus
  3. Selamat ya Mbak.. senang sekali jika karya kita menginspirasi sesama..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Banget.. Hehehe
      Ada senang dan sedihnya juga. Semoga bisa melanjutkan ke karya berikutnya

      Hapus
  4. Huuft. Dulu, ya dulu. Pernah berharap bisa jadi film maker, tapi sepertinya sekarang fokus pada menulis sajalah. Siapa tahu bisa nerbitin novel, best seller, dan dibikinin film sama Tina.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha.. .
      Aamiin...
      Jd gak usah jauh2 cari sutradara lain ya bg.. Haha

      Hapus
  5. wah keren, mbak bisa ikut bagian dalam film dokumenter

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehe... Terima kasih mas. Semoga menginspirasi

      Hapus
  6. Aku pernah ikut juga event seperti ini 😍 tapi gak lolos hehe, sukses selalu ya Mb

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehe.. InsyaAllah ada rezeki di lain mba..
      Makasi mba zee

      Hapus
  7. Aku dulu waktu kkn dituntut untuk bisa mengmabil video yang bagus.. dan itu gak mudah ������ jadi minder kalau mau ikutan lomba atau yang berbau video

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haha... Dari kesulitan kita bisa belajar utk memudahkan mas... Jangan patah semangat, ikutan lagi aja hehe

      Hapus
  8. Hahaha,aku kapan bikin film nih kayaknya susah juga ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau sudah ditekunin, gak susah kok mba.. Hehe

      Hapus
  9. Kakak Nawra kayaknya ada bakat nih, dia suka bikin video gitu

    BalasHapus
  10. Congrats for ur work, mbak. Sayang, aku gak bakat bidang beginian

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasi mba, setiap orang pasti punya bakat beda2 kok mba... Hehe

      Hapus