Oleh-oleh Cinta dari Perjalanan



Kerajaan Keraton Kota Solo

Perjalanan dengan keluarga ini adalah bagian dari mimpi-mimpi saya. Lama sekali, ketika saya masih kecil, kira-kira sekitar kelas 3 SD. Masa itu kami sekeluarga, setiap weekend tiba, kita selalu melakukan perjalanan ke mana saja. Setelah kenangan-kenangan itu, kita tidak pernah lagi, karena sesuatu yang diyakini sebagai penghambat.

Rasanya teringin mengulang kembali momen indah bersama keluarga. Nun jauh di sana, dalam doa selalu meminta agar Allah kabulkan. Sangat rindu, kebahagian seorang anak adalah ketika melihat orang tuanya menikmati apa yang anak-anaknya nikmati.

Saat menjelajahi suatu tempat, harapan terbesar adalah seandainya mereka juga ada di samping. saat backpaker, rasanya ingin backpaker-an sama Ibu saja. Karena saya tahu, ini adalah kesukaannya. Namun, beberapa keadaan menghambat.

Benar kata Allah, mintalah apapun yang kau ingin. Jika tidak sekarang, maka di waktu akan datang doa dikabulkan-Nya. Karena semua akan indah pada masanya. Saya yakini ini hingga sekarang.

Kita sekeluarga

Penghujung tahun 2017. Doa saya terkabulkan. Meskipun perjalanan yang cukup singkat, namun momen tertawa dan bahagia bersama sampai sekarang masih membekas. Saat itu, Emak, Bapak, Kakak, dan saya pergi ke Solo. Tujuan kami untuk menjenguk kondisi Abang kedua yang baru saja selesai menjalani operasi. 

Pofoin mereka berat. Bikin Baper.. wekwekwek..

Qadarullah. Atas izin-Nya. Kondisi si Abang cukup membaik dan selama tiga hari di Solo, ia pun menemani kami mengunjungi beberapa tempat wisata, wisata sejarah, hingga mencicipi beberapa kuliner khas Solo dan Yogyakarta. 

Dalam kondisi yang sedang penyembuhan, ia juga membawa kami berwisata ke Yogyakarta. Jarak tempuhnya tidak terlalu jauh, yakni sekitar 2 jam perjalanan dari Solo. Dari pagi hingga malam, kita menikmati momen-momen langka. Sudah lama sekali, tidak melihat senyum lepas dari sosok wanita tua ini. 

 
Emakku yang selalu menunjukkan tawanya
Wanita yang tidak muda lagi, meskipun sudah pensiun, tidak bekerja apapun, namun pikirannya cukup penat karena sendiri di rumah. Bapak selalu menghabiskan masa pensiunnya di kebun sawit. Dan jika sudah penat begini, ia ke Banda Aceh, rehat sejenak di rumah kontrakan saya. Hanya sekedar itu saya. Emakku yang baik budi.

Lihat mereka gini, senangnya gak tau bilang.
Perjalanan yang cukup singkat ini kami habiskan menikmati keindahan kota Solo, Yogyakarta, dan Jakarta. Emak ternyata cukup kuat, sedikit pun tidak pernah mengeluh. Kalau urusan jalan-jalan, Emak sangat gemari. Kadang malah Bapak yang banyak mengeluhnya.

Tetap Mie Aceh yang kita incar..

Di Jakarta, kami tinggal di rumah Nenek. Kebetulan Sang Kakek lagi sakit. Hanya dua hari saja. Saya harus pulang duluan karena tidak bisa lama-lama libur kerja. Jadinya tinggal mereka bertiga. Kata Kakak, emak masih kuat jalan-jalan, padahal umurnya sudah 61 tahun.
 
Emak adalah idola saya. Selamat hari perempuan, Emak. Kaulah wanita terhebat dalam hidup kami.

Senyum dari anakmu yang belum dipinang. Kadang menjaga anak perempuan cukup sulit. Suatu hari Emak pernah bilang, sebelum meninggal, ingin melihat ke tiga anak gadisnya dipinang oleh lelaki yang baik. Huhuhu...

astina ria

Phasellus facilisis convallis metus, ut imperdiet augue auctor nec. Duis at velit id augue lobortis porta. Sed varius, enim accumsan aliquam tincidunt, tortor urna vulputate quam, eget finibus urna est in augue.

12 komentar:

  1. Wah.. asyik ya bisa jalan-jalan bareng keluarga. Wah, aku juga pingin nih ngajak keluarga traveling

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener kali kak. Apalagi makan2 nya gratis.. Haha

      Hapus
  2. Traveling emang paling enak bareng keluarga... jangan sendiri kalau traveling, Beraat...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha... Ada saatnya enak sendiri, tp keseringan sendiri bosan juga. Wkwkwkw

      Hapus
  3. jalan-jalannya seru banget bikin pengen berpetualang lagi nih hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jalan lah mba, karena hidup itu adalah perjalanan. .. Hahaha

      Hapus
  4. Jadi mie aceh ada di tanah jawa? Klo gitu gak khawatir deh saya sklo suatu saat jejalan kesono. Kuliner sumatera tetap ada.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ada kak, bahkan setau saya ada 3 cabang..

      Hapus
  5. pengen ngajak saudara dan keluarga ke solo, moga tahun depan deh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin.. Semoga terwujud ya kak..

      Hapus
  6. Wah jadi pengin, belum pernah deh traveling bareng keluarga dengan personil lengkap. Apalagi sekarang udag masing2 punya keluarga baru.

    BalasHapus