MORE THAN JUST A LIBRARY, PUSTAKA BUKAN SEKADAR TEMPAT MEMBACA BUKU



Perpustakaan diyakini adalah sebagai tempat yang mampu melahirkan orang-orang cerdas. Sederetan ilmu pengetahuan hingga informasi tingkat dunia pun dapat diakses dengan mudah selama duduk di perpustakaan. Namun, konsep perpustakaan selama ini telah mengubah mindset masyarakat menjadi tempat yang membosankan. Hal ini disebabkan karena buku-buku yang tersusun di rak merupakan buku yang kurang menarik minat baca, kecuali sebuah keharusan. selain itu, konsep tatanan perpustakaan yang tidak mengikuti perubahan lifestyle mahasiswa itu sendiri. Ini adalah salah satu yang menyebabkan mahasiswa lebih memilih tempat lain daripada perpustakaan untuk menambah ilmu.

Seiring berjalannya waktu, perubahanan  zaman telah menuntut Pustaka Unsyiah untuk mengikuti lifestyle mahasiswa. Sejumlah aktifitas yang dahulu dan hanya terpaku kepada bacaan buku saja, sekarang dengan inovasi terbaru tanpa meninggalkan ciri khas perpustakaan mulai merambah ke Pustaka Unsyiah yang lebih modern. Yakni perpustakaan yang menyediakan beragam aktivitas mahasiswa untuk berkarya dan berprestasi dengan konsep “belajar sambi berkarya”.

Pernah ke Pustaka Unsyiah sebelum tahun 2013? Sejak bergabungnya saya ke Unsyiah pada tahun 2011 silam, sederetan tugas mengharuskan kami untuk mencari literature dari buku-buku yang ada di Pustaka Unsyiah. Pustaka telah membuat kami menjadi tempat yang paling terpaksa untuk dikunjungi, jadi tidak heran jika ke Pustaka Unsyiah hanya untuk fotokopi satu lembar kertas saja. Setelah itu kami lebih memilih  duduk nongkrong berlama-lama di kantin sambil mengerjakan tugas.

Jika dahulu saya terpaksa, sekarang meskipun sudah alumni saya memaksa diri untuk ke Pustaka Unsyiah. Ini yang membuat saya betah hingga berjam-jam duduk di pustaka tanpa membuang waktu sia-sia. Yok, cari tahu ruang atau tempat yang buat kamu bakal bertahan lama di sini:

Ratusan Koleksi Buku Ada di sini!

1.   Self Loan Station, konsep teknologi peminjaman dan pengembalian buku secara mandiri ini telah hadir sejak tahun 2015 lalu. Pada tahun 2016, jumlah peminjaman terus mengalami peningkatan hingga 4,711 eksemplar untuk kategori buku Disiplin Ilmu saja (Data bulan Januari), bahkan untuk jenis buku Ilmu Budaya Peternakan juga mencapai 1.002 eksemplar pada bulan yang sama. Buku-buku yang tersedia adalah terbitan tahun 1995 sampai 2016. Berdasarkan data yang diperoleh dari pihak Pustaka Unsyiah, sampai tahun 2017 total judul buku yang tersedia adalah sebanyak 79875 jenis dengan jumlah eksemplar sebanyak 109044 buku.


Jalur masuk ke dalam Pustaka Unsyiah. Pihak UPT sudah menyediakan dua jalur,
yaitu jalur mahasiswa dan umum ( tarif Rp.5000/hari).

Sistem pengembalian buku mandiri yang sangat mempermudah peminjam
Seorang mahasiswa sedang meminjam buku dengan sistem bertaraf IT
Data tersebut menunjukkan bahwa peminat dan pengunjung Pustaka Unsyiah terus mengalami peningkatan. Bahkan pada tahun 2017 ini, mahasiswa dapat meminjam maksimal 7 buah buku yang sebelumnya hanya 3  saja. Pustaka semakin memanjakan mahasiswanya.

Pustaka Unsyiah terus berkiprah dilayar pendidikan Indonesia. Konsep yang dihadirkan dengan menggunakan sistem Peminjaman dan Pengembalian Mandiri membuat mahasiswa lebih mudah dan praktis dalam mempercepat memperoleh ilmu pengetahuan. Selain itu, perubahan zaman juga telah menuntut mahasiswa ikut terseret dalam kemajuan lifestyle dikehidupan sehari-hari. Hal inilah yang menuntut Kepala UPT. Perpustakaan Unsyiah yang ke-8, Bapak Dr. Taufiq Abdul Gani beserta perangkatnya untuk terus berusaha mengimbangin kebiasaan mahasiswa dengan konsep-konsep keunikan yang dihadirkan disetiap sudut Pustaka Unsyiah. Agar tren memperoleh ilmu pengetahuan tidak terkalahkan dengan lifestyle mahasiswa yang terus maju, (Lantai 1).

2.     Koleksi Khusus buku/literasi umum, seperti ilmu filsafat, agama, dan sosial. Di sini, tata ruang belajar dikonsepkan seperti ilmu pengetahuan yang disediakan, yaitu tatanan tempat duduk yang menyediakan penyekat pemisah dan tanpa penyekat pemisah, namun lebih banyak yang tanpa penyekat, artinya konsep ini disesuaikan dengan kesedian buku ilmu sosial, yang diyakini bahwa kebiasaan mahasiswa sosial yang cenderung suka berkelompok dalam belajar, (Lantai 1).

Jumlah meja sebelah kanan yang tanpa penyekat tengah lebih banyak diantai satu ini
3.    Koleksi khusus buku Ilmu Murni dan Ilmu Terapan, di lantai 2 ini tempat langganan saya duduk, karena yang tersedia adalah kumpulan buku eksak/Sains, kelengkapan bukunya dapat ditemukan di rak dengan nomor seri 500 (Ilmu Murni) dan 600 (Ilmu Terapan). Ada yang berbeda di sini, yakni penataan meja belajar yang berbeda dari lantai 1,  yaitu lebih banyak menyediakan meja yang memiliki sekat ditengah untuk memisahkan tatapan langsung dengan lawan belajar di hadapan. Menurut saya, filosofi ini menunjukkan kekhasan mahasiswa eksak/sains yang cenderung membutuhkan konsentrasi tinggi saat belajar. Selain itu, mahasiswa seperti ini cenderung menggunakan otak kiri yang membuat mereka lebih menyukai kondisi tenang, ditambah lagi saat belajar, (Lantai 2).

Gambar diambil di pagi hari, dan jumlah pengunjung terus berdatangan
4. Temukan juga koleksi buku Bahasa, Kesenian/Arsitektur, Kesustraan, dan Geografi  yang terletak di rak dengan nomor seri 400 (Bahasa), 700 (Kesenian dan Arsitektur), 800 (Kesustraan), dan 900 (Geografi). Tidak hanya itu, di lantai 3 ini juga terdapat buku-buku fiksi. Seharian di dalam perpustakaan dan butuh bacaan baru, kamu bisa temukan di sini. Rak yang khusus menyediakan bahan bacaan fiksi, seperti novel, cerpen, puisi, dan lainnya. Jadi, ke Pustaka Unsyiah tidak hanya terpaku untuk membaca buku pelajaran saja, melainkan ilmu tambahan juga dapat ditemukan lewat buku fiksi seperti ini, (Lantai 3).

Tiada hari yang berlalu tanpa kelalaian, karena kesuksesan dapat berawal dari kursi ini.
5.    Kumpulan jurnal dari seluruh fakultas juga tersedia. Ada banyak koleksi yang dapat kita temukan di sini dan ter-Update. Jurnal ini akan mempermudahkan mahasiswa dalam mencari bahan literature untuk kebutuhan penelitian maupun lainnya dan sudah mendapat izin publikasi. Jurnal-jurnal tersebut juga dapat diakses di website http://uilis.unsyiah.ac.id/ (Lantai 3).

Ruang khusus yang menyediakan jurnal terlengkap
6.  Kumpulan Karya Ilmiah, bagi mahasiswa yang sedang memasuki tahap skripsi maupun thesis, koleksi karya ilmiah ini akan mempermudahkan mahasiswa dalam menemukan jawaban seputar penelitian. Dahulu, semasa skripsi, koleksi Karya Ilmiah di sini cukup mempermudahkan saya dalam menemukan judul skripsi yang akhirnya disetujui oleh dosen pembimbing. Sulit membayangkan  perjuangan  untuk direstui judul skripsi, (Lantai 3).

Kumpulan skripsi, thesis, maupun karya ilmiah lainnya dapat ditemukan di sini
7.  Librisyiana,  majalah yang baru saja diluncurkan pada tanggal 3 April 2016 milik Pustaka Unsyiah, dan juga tersedia dalam bentuk online. yok, akses di http://library.unsyiah.ac.id/.
Librisyiana paling  mengerti  kebiasaan mahasiswa yang acapkali malas dalam membuka buku/majalah. 



Enjoy with Room Discussion

Ø    Reading Lounge Male and Female, ruang yang satu ini bisa digunakan mahasiswa untuk belajar sambil diskusi bersama teman-teman. Di sini mereka aman bersuara tanpa menganggu orang lain, asalkan tidak berteriak. Ruang yang terpisah antara laki-laki dan perempuan ini mampu menghadirkan konsep khazanah syariat islam di Aceh dalam tata ruang Pustaka Unsyiah. Selain itu, perilaku mahasiswa tingkat Srata 1 yang masih terbiasa dengan kebiasaan semasa sekolah yakni cenderung belajar secara berkelompok, maka Reading Lounge sangat cocok bagi mereka, (Lantai 2).


Reading Lounge Male, warna dindingnya buat semangat belajar dan sangat nyaman

Reading Lounge Female yang bersebelahan dengan Reading Lounge Male
Ø  Ruang Diskusi Laki-laki dan Perempuan, kalau saya menyebut ruang ini adalah Learn while Sleep. Di dalam ruang berkaca ini mahasiswa bebas diskusi dan bicara sesama teman. Konsepnya sama seperti Reading Lounge. Pustaka Unsyiah sekarang sangat lifestyle dan mengerti mahasiswa. Ruang ini juga menyediakan sofa yang  sekaligus bisa  dijadikan sebagai tempat rebahan ketika lelah belajar, (Lantai 2).

Sofa yang tersedia bisa buat kita belajar sambil tidur-tiduran. Sangat Nyaman,
Ø  Ruang Diskusi Pasca Sarjana, Pustaka Unsyiah tidak hanya memanjakan mahasiswa Srata 1 saja, melainkan pustaka ini juga mampu memenuhi kebutuhan literature serta ruang khusus  bagi mereka yang sedang menempuh pendidikan di Pasca Sarjana, (Lantai 2).

Ruang ini lumanyan lebar, di dalamnya terlihat beberapa mahasiswa Pasca Sarjana yang sedang diskusi

More Than Just A Library

Ø  Library Coffe, minum kopi sambil belajar di pustaka. Style beginian cuma ada di Pustaka Unsyiah. Bagi yang suka ngopi, ke sini saja. Usai pinjam buku, pesan kopi, diskusi bersama teman-teman, 3 in 1 bisa dilakukan dalam satu tempat di waktu yang bersamaan. Sebenarnya tren seperti ini kian merambah ke pergaulan kaum muda-mudi, dan hebatnya Pustaka Unsyiah juga mampu menghadirkan konsep kekinian seperti ini. Dan suatu kebanggaan bagi saya yang masih sering bolak-bolak ke Pustaka Unsyiah meskipun sudah alumni, (Lantai 1).
 
Source: Instragram libricafe
(Source: Instragram libricafe), Saat kunjungan tamu dari Arab Saudi dan Libri Cafe dijadikan tempat berbincang-bincang oleh Pak Rektor Unsyiah
Ø  Pentas Seni, pentasnya orang-orang kreatif. Ada banyak ragam acara yang telah dihadirkan di pentas seni ini, diantaranya Relax and Easy, Harmoni Kampus, dan berbagai acara lainnya. Berdasarkan sumber dari UPT. Perpustakaan Unsyiah, Tahun 1995 ruang ini dipakai oleh Biro Perencanaan dan Sistem Informasi Unsyiah. Perjalanan kisah ruang ini cukup panjang, hingga akhirnya pada tahun 2013 jumlah mahasiswa yang mengunjungi pustaka semakin meningkat, alhasil ruang ini dijadikan tempat locker penitipan tas.

Tahun 2017, ruang ini kembali disulap menjadi tempat mahasiswa berkreatifitas yakni hadirnya panggung pentas seni. Zaman semakin maju, sumber belajar tidak hanya terpaku kepada buku pembelajaran saja, melainkan ruang-ruang seperti ini mampu dijadikan sumber pembelajaran dalam menambah wawasan baru. Hadirnya acara Harmoni Kampus juga mampu memberi wawasan baru bagi pengunjung. Harmoni Kampus dilaksanakan selama 1 kali per tiga minggu setiap pukul 20.00 wib dengan tema yang berbeda-beda. Konsep diskusi ini mampu memancing mahasiswa untuk aktif dalam mengutarakan pertanyaan maupun mengemukakan pendapat masing-masing, (Lantai 1).

Alumni mahasiswa Unsyiah yang sudah sukses nge-band di Jakarta, Sloky Party
Relax and Easy hadir setiap Rabu, pukul 14.00 s.d selesai


Belajar Tentang Dunia Luar, Yok!

Ø  Corner Kreatifitas Aceh, corner unik yang menyediakan beragam oleh-oleh khas Aceh yang dapat dijadikan sebagai buah tangan oleh  mahasiswa maupun pengunjung dari luar daerah yang sedang melakukan perjalanan ke Aceh. Dan sebagai wadah edukasi bagi mahasiswa dalam mengenal kreatifitas olahan tangan masyarakat Aceh sendiri, (Lantai 1).

Pustaka Unsyiah  sangat menghargai kreatifitas mahasiswanya. Dan satu-satunya perpustakaan yang boleh membawa masuk minum dan makanan ringan.

Ø  Corner korea, bagi pecinta korea, di sudut ini tersedia segala buku bacaan maupun assesoris khas korea, termasuk hanbok (baju wanita khas korea). Yang suka foto-foto, teman-teman bisa berpose sambil bergaya ala korea dengan ditemani bacaan buku korea, flyer korea, assesoris korea, plus menggunakan hanbok. Asiknya belajar dunia luar, berharap suatu saat saya juga akan ke Korea, (Lantai 3).


Mahasiswa UIN Ar-Raniry yang sedang berkunjung ke Pustaka Unsyiah dan sangat tertarik dengan Corner Korea

Ø  Corner India, ruang sudut yang bersebelahan dengan Corner Korea, di dalamnya tersedia beragam buku bacaan seputar India maupun informasi dan ilmu pengetahuan lainnya yang ditulis dalam bahasa Hindi. Jangan khawatir yang tidak bisa berbahasa Hindi, di sini juga ada buku-buku yang menceritakan tentang India bertulis bahasa Inggris. Buat kita yang suka menambah pengetahuan tentang dunia luar maupun sedang mempersiapkan studi ke India, corner ini sangat membantu, (Lantai 3).



Kewajiban dan Fasilitas Pendukung...

Ø    Mushalla, kenikmatan serta keberkahan dalam memperoleh ilmu itu semakin bertambah saat kita terus memperoleh ridha-Nya. Mengalirnya air wudhu dapat meningkatkan konsentrasi saat belajar karena pikiran kembali fresh. Mushalla pustaka ini di desain dengan wallpaper yang cukup menyejukkan. Jadi, adakah alasan untuk tidak salat?. Dan kelebihan satu lagi, kita tidak diminta keluar pustaka saat tiba waktu salat, karena pustaka sudah menyediakan fasilitas bagi kaum muslim yang hendak beribadah. Alhasil belajar dan ibadah pun tetap nyaman, (Lantai 2).


Ø  Ruang Seminar, yang terletak di lantai 1 dan 3. Ruang ini biasanya dimanfaatkan oleh pihak pustaka, mahasiswa, maupun umum untuk mengadakan acara maupun event besar. Saya yang bergabung dari organisasi luar kampus, pernah beberapa kali mengadakan  seminar nasional di sini, dan fasilitas yang disediakan pun cukup lengkap. Selain itu, ruang ini juga dimanfaatkan oleh mahasiswa sebagai kelas belajar.

Ø  Meja kabel line, yang membuat saya betah dari pagi hingga petang. Kabel line telah mempermudah kami dalam mengakses internet dan sudah tersedia disetiap meja belajar. Karena ilmu pengetahun itu tidak hanya bersumber dari buku saja, melainkan informasi ter-Update mudah didapatkan melalui perangkat internet. Ditambah lagi, Aceh sekarang sedang gencar-gencarnya menuju Go Digital, yakni memperkenalkan "Aceh sebenarnya" hingga ke dunia luar. Mahasiswa sekarang tumbuh dengan sangat kreatif, bahkan dalam pustaka pun mereka bisa membuat Vlog (Video Blog), menulis blog, dan  video kreatif. Efeknya sekaligus memperkenalkan Unsyiah ke dunia luar.

Tata ruang Pustaka Unsyiah semakin membuat mahasiswa betah. Selain itu, disetiap sudut ruangan serta dinding sudah dipenuhi dengan ragam warna yang sangat full colour. Ragam warna yang dihadirkan mampu membuat arah pandangan serta pola pikir manusia lebih berdampak positif serta menambah semangat dalam belajar. Dan ini juga yang membuat Pustaka Unsyiah berhasil memperoleh Akreditas A sejak tahun 2013 hingga sekarang yang diberikan oleh Badan Sertifikasi ISO (International Organization of Standarization) yang berkedudukan di Genewa, Swiss.


Prestasi Pustaka Unsyiah tidak hanya sampai di sini, Pak Taufiq bersama perangkatnya mampu membawa pustaka menjadi tuan rumah di KPDI 7 tahun 2015 lalu. Dalam waktu yang sangat singkat, Pustaka Unsyiah benar-benar bekerja keras dalam memuaskan serta memenuhi kebutuhan mahasiswa, serta menjadi salah satunya Perpustakaan yang highclass di Indonesia.

Berkat konsep terbarukan ini juga, Pustaka Unsyiah mampu menghadirkan lebih dari 500 pengunjung di setiap malamnya. Lalu bagaimana di siang hari? Pastinya berlipat jumlah. Tempat parkir saja sampai penuh, ditambah lagi masih banyak mahasiswa yang memilih berjalan kaki serta menggunakan transportasi umum menuju pustaka. Pustaka Unsyiah bukan sekedar tempat untuk membaca buku, melainkan ruang untuk menambah serta memperdalam ilmu pengetahuan lewat beragam aktivitas di dalamnya. Siang maupun malam, yok, manfaatkan fasilitas di Pustaka Unsyiah untuk menjadi pribadi yang cerdas dan kreatif.

Gambar diambil pada hari Sabtu, dan jumah pengunjung sangat ramai

        Terima kasih kepada Bapak Dr. Taufiq Abdul Gani beserta stafnya yang telah berjuang keras demi mengikuti pertumbuhan Gen Y. Dan kepada segenap Volunteer Pustaka Unsyiah yang terdiri lebih dari 40 mahasiswa  yang berasal dari seluruh fakultas di Universitas Syiah Kuala. Atas fasilitas ini, kami sangat terbantu dalam mengejar kesuksesan.


Jumah pengakses Pustaka Unsyiah dari berbagai negara pun terus mengalami peningkatan  drastis
( Source:  Instagram UPT. Perpustakaan Unsyiah)


Ø  Jadwal Berkunjung ke Pustaka Unsyiah 
Senin s.d Jumat, Pukul 08.45 s.d 17.00 
Minggu, Pukul 14.00 s.d 17.00
Senin s.d Jumat, Pukul 20.00 s.d 23.00


*Tulisan ini diikutsertakan pada Lomba Unsyiah Library Fiesta 2017 dengan tema " More Than Just Library"

astina ria

Phasellus facilisis convallis metus, ut imperdiet augue auctor nec. Duis at velit id augue lobortis porta. Sed varius, enim accumsan aliquam tincidunt, tortor urna vulputate quam, eget finibus urna est in augue.

10 komentar:

  1. Tulisan yang cukup menarik dan detail tentang pustaka unsyiah, dijamin mampu meningkatkan animo pemustaka datang ke sana

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin.. iya jadi semangat nulisnya karena puas banget dengan pustaka kita sekarang.. hihi

      Hapus
  2. Dulu pas buat skripsi sering kali ke perpustakaan Unsyiah, tiap 2 hari skali pasti nongki dstu. Tp sekarang udh jarang karena kalau masuk udh harus bayar.

    BalasHapus
    Balasan
    1. haha.. semoga ada keringanan ya Rahmat untuk umum.

      Hapus
  3. Balasan
    1. iya, mungkin ada yang butuh referensi, Alhamdulillah kalau bisa membantu dan bermanfaat buat yang lain.. wkwk

      Hapus
  4. Baru nemu yang ngebahas perpustakaan detail gini
    Makasih kak infonya

    BalasHapus