WWF, Pemanfaatan Geotermal Sangat Mempengaruhi Listrik di Aceh



Bumi kita sudah tua, Dunia semakin diacak-acak. Kita, sampai berapa tahun lagi ingin hidup?

Jumat-Sabtu, 3-4 Maret 2017, WWF ( World Wildlife Fund for Nature) mengadakan “Pelatihan Energi Berkelanjutan Untuk Pemuda” yang diselenggarakan di Hotel Sulthan, Banda Aceh. Pelatihan ini ikut menghadirkan mbak Ayi dan Bang Ahmed dari WWF Pusat. Pelatihan yang diselenggarakan selama dua hari ini turut menghadirkan perwakilan dari setiap komunitas dan mukim-mukim yang terdapat di Banda Aceh dan Aceh Besar.
Created:http://pbs.twimg.com/media/C59kM55UYAAOJ6g.jpg
Geotermal adalah konsep terbarukan yang dapat dimanfaatkan oleh kita mengingat bahan baku yang tersedia semakin menipis sedangkan penggunaannya terus meningkat. Geotermal adalah energi panas yang terdapat di dalam bumi yang bisa dimanfaatkan untuk menggantikan tenaga listrik. Panas bumi yang dimaksud adalah sumber energi panas yang terkandung di dalam air panas, uap air, batuan serta mineral dan gas lainnya.
Created:
Kak Ahmed dari paparannya menjelaskan bahwa penggunaan geotermal sebenarnya sudah diuji coba sejak tahun 1904 di Larderello, Italy. Saat itu energi geotermal mampu membangkitkan tenaga listrik hingga mampu menyalakan 5 (lima) bohlam lampu. Hingga saat ini, lebih dari satu juta rumah di Italy yang listriknya dibangkitkan oleh tenaga geotermal dari Larderello.

Pemanfaatan energi geotermal ini sebenarnya dapat dimanfaatkan secara langsung maupun tidak langsung. Pemanfaatan langsung ini biasanya dimanfaatkan oleh perusahaan tanpa mengubah energi panas menjadi energi panas menjadi energi lain untuk keperluan non-listrik, contohnya air panas untuk pertumbuhan budidaya ikan, rumah kaca, pembibitan kentang, pemandian air panas, dan sebagainya. Sedangkan pemanfaatan tidak langsung digunakan untuk mengubah energi panas bumi menjadi energi listrik.

Indonesia sangat membutuhkan energi panas bumi mengingat persedian energi fosil semakin menipis. Selain itu, potensi Indonesia yang berada di musim tropis dan memiliki titik panas bumi yang cukup tinggi. Manfaat lain yang dapat diperoleh dari energi panas bumi adalah berkurangnya polusi udara yang selama ini selalu menjadi permasalahan terbesar di Indonesia, khususnya di kota-kota besar, berkurangnya pemanasan global, dan sebagainya.



Indonesia memiliki potensi geotermal sebesar 29.452 MW, kapasitas yang terpasang hanya 1.438,5 MW dengan rasio kapasitas/potensi adalah 4,8%. Kondisi Indonesia saat ini masih sangat jauh tertinggal dari negara-negara luar seperti Amerika Serikat dan Filipina yang meiliki potensi hanya 4.000MW namun pemanfaatan hingga 46,2 %.

Dalam acara yang diselenggarakan oleh WWF beberapa pekan lalu, narasumber memaparkan bahwa potensi Aceh untuk beralih ke tenaga listrik geotermal sangat mendukung. Hal ini dapat terlihat dari data yang diperoleh bahwa potensi Seulawah sebesar 165 MW. Tidah hanya Seulawah, saat ini Aceh memiliki 3 titik potensial geotermal tertinggi yaitu wilayah Jaboi (potensi 5 MW), Seulawah Agam, dan Gunung Geureudong (potensi 110 MW).

Tahukah kita, bahwa 1 Mega Watt (MW) dapat menghasilkan 1.000.000 watt. Maka 300 MW dapat menghasilkan 15 watt dengan kapasitas dapat menghidupkan 20.000.000 lampu bohlam. Bagaimana dengan Aceh yang memiliki kapasitas yang besar, tentu pemanfaatan geotermal ini sangat bermanfaat bagi kita, setidaknya Aceh sudah mampu memenuhi tenaga listrik sendiri tanpa harus bergantung ke Sumatera Utara. Dan ini juga untuk meminimalisir terjadinya pemadaman bergilir akibat kekurangan arus listrik.
 
 (Created: http://www.harianaceh.co.id) Kampanye lewat Social Media menjadi alternatif terbaru dalam mengajak masyarakat peduli lingkungan 




Kita semua, ayo dukung Pemerintah untuk beralih ke pembangkit listrik geotermal. Tidak ada yang tahu sampai kapan bumi ini akan bertahan jika kerusakan tidak dicegah dari sekarang. Polusi udara semakin meningkat, perubahan iklim terjadi secara tiba-tiba dan tidak teratur lagi, dan kerusakan lainnya yang sebenarnya disebabkan oleh kita sendiri. Maka memanfaatkan yang telah dikarunia Tuhan ( Allah SWT) adalah cara terbaik yang dapat diterapkan mengingat resiko yang dihasilkan sangat sedikit.
  


""Terima Kasih WWF telah mengundang kami dalam pelatihan ini, informasi yang diperoleh sangat bermanfaat dalam mengkampanyekan peduli lingkungan.""

 

Astinaria.com

Phasellus facilisis convallis metus, ut imperdiet augue auctor nec. Duis at velit id augue lobortis porta. Sed varius, enim accumsan aliquam tincidunt, tortor urna vulputate quam, eget finibus urna est in augue.

1 komentar: