Cara Mudah Buat Kartu BPJS Mandiri atau Non-PBI



Saleum teman-teman!! Sudah punya kartu BPJS, belum? Yang belum ayok segera dibuat. Manfaatnya kita sendiri yang tunaikan. Ini saya bagi cuap-cuap sedikit seputar pengurusan BPJS, ribet gak sih buatnya? Hmm.. jom simak saja ulasannya, ya!

Mungkin bagi kamu yang masih berada dalam tanggungan daftar gaji orang tua, pengurusan BPJS tidak perlu kawatir dan ribet apalagi mikirin iuran bulanan. Semuanya sudah terstruktur dengan baik. Dan Bagaimana dengan yang mandiri?

Hmmm.. berhubung saya sudah menyelesaikan kuliah, jadinya orang tua sudah tidak berhak lagi mencamtumkan nama saya ke dalam daftar penerima BPJS PBI. Melainkan saya harus menggantikannya dengan BPJS Mandiri. BPJS Mandiri atau BPJS Non-PBI adalah asuransi kesehatan yang berada di bawah BUMN BPJS. Pembayaran iuran BPJS ini dapat dilakukan via Bank BNI atau BRI per-bulannya.

Nah, ada tiga kategori kelas BPJS Mandiri, yaitu kelas 1, kelas 2, dan kelas 3. Apa bedanya? Kelas 1 akan dikenakan iuran sebesar Rp. 80.000,- per-bulan, manfaat yang diperoleh adalah pelayanan kesehatan kelas 1 atau VIP; Kelas 2 dengan tarif Rp. 51.000,- per-bulan dengan tingkat pelayanan kelas ekonomi; sama halnya dengan kelas 3 yang dikenakan iuran sebesar Rp. 25.000,- perbulan dengan tingkat pelayanan dibawah kelas 1 dan 2.



Nah, pelayanan yang dimaksud misalnya saat kita dirawat di sebuah rumah sakit, kelas 1 akan mendapatkan kamar kelas 1 atau kamar VIP serta pelayanan lainnya, begitu pun dengan kelas 2 dan 3 yang berada dibawahnya. Nah, sekarang kembali ke Anda, ingin memilih kelas 1, 2, atau 3. Jika ingin mendapatkan pelayanan yang memuaskan, silahkan pilih kelas 1, Rp. 80.000,- per bulan sih lumanyan berat, tetapi berhubung Ibu yang meminta, toh ikutin saja. Hehe...

Sebenarnya membuat kartu BPJS Mandiri cukup gampang, hanya saja prosesnya sedikit butuh kesabaran. Berikut tahapan yang harus kita penuhi sebelum mendaftar BPJS Mandiri:

1.   Lengkapi syarat, kalau ada satu syarat saja yang tidak lengkap, maka Anda harus kembali lagi. Ketika pengurusan BPJS Mandiri, ada satu syarat yang tidak saya bawa yaitu fotokopi buku rekening Bank, alhasil besoknya harus kembali lagi. Berikut syarat-syarat yang harus dilengkapi yaitu fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP), fotokopi Kartu Keluarga (KK) –lebih baik yang sudah dilegalisir-, Fotokopi buku rekening Bank, pas foto 3 x4 berwarna 1 lembar,

2.    Bawalah Kartu Tanda Penduduk (KTP) asli dan tunjukkan kepada teller BPJS.

3.   Ambil no antrian dan isi formulir pendaftaran. Baiknya pengurusan ini dilakukan di pagi hari agar Anda tidak perlu berlama-lama menunggu antrian. Formulir pendaftaran dapat Anda minta sama Satpam atau petugas lainnya yang sedang bertugas di kantor BPJS tersebut.

4.    Pastikan seluruh anggota keluarga sudah terdaftas di BPJS baik itu BPJS Mandiri atau BPJS PBI. Jika belum, pihak teller biasanya tidak bersedia membuatkannya karena kartu BPJS Kesehatan ini harus dibuat sekaligus dengan anggota keluarga lainnya yang tercantum dalam satu KK yang sama.

5.  Setelah pendaftaran selesai, Anda akan diminta untuk menunggu hingga 14 hari. Anda akan mendapat sms dari pihak BPJS untuk melakukan pembayaran iuran perdana setelah 14 hari pendaftaran. Nah, Bank yang dituju adalah Bank yang sama dengan no rekening yang kita isi di formulir pendaftaran.

6.  Berikutnya adalah pengambilan kartu BPJS. Pengambilan kartu BPJS harus dilengkapi syarat-syaratnya yaitu bukti setoran tunai BPJS Mandiri, Kartu Tanda Penduduk (KTP) asli dan Kartu Keluarga (KK) asli. Kartu BPJS dapat diambil di kantor BPJS tempat Anda mendaftar atau kantor BPJS lainnya yang terdapat di daerah lain dengan menyerahkan syarat yang sama pula. Jangan lupa bawa slip/tanda terima berkas pendaftaran dari BPJS.
 
Ini contoh  slip tanda terima berkas pendaftaran, jangan lupa dibawa, ya ketika pengambilan kartu BPJS

7.   Nah, terakhir Anda hanya perlu melakukan pembayaran iuran BPJS Mandiri per setiap bulannya dengan jumlah yang sama sesuai dengan tingkatan kelas yang Anda ambil.

8.  Sebenarnya Nih, pembanyaran iuran tidak perlu dilakukan sendiri jika Anda sudah mendaftar AUTODEBET Iuran di Bank. Berhubung di Aceh sistem AUTODEBET belum bisa difungsikan, alhasil kita harus melakukan pembayaran sendiri setiap bulannya. 

9.  Pembayaran BPJS Mandiri dapat dilakukan dimana saja, misalnya lewat e-banking, aplikasi payTren, atm, maupun kios-kios Bank resmi yang menerima pembayaran.

Pembayaran Iuran harus dilakukan setiap bulan hingga batas waktu tanggal 10. Lalu bagaimana jika tidak? Berdasarkan percakapan saya dengan teller BPJS, peserta BPJS yang terlambat melakukan pembayaran iuran hanya akan diberi toleransi pelayanan kesehatan selama satu bulan. Oleh karena itu, bagi yang menunggak akan dihentikan sementara hingga masa pengaktifan kembali dikonfirmasi oleh pihak BPJS terkait.

Namun, jika dalam rentang waktu 45 hari setelah status kepesertaan kembali aktif dan peserta membutuhkan pelayanan rawat inap yang dijamin BPJS Kesehatan, peserta dikenakan denda 2,5 persen dari total diagnosis akhir pelayanan kesehatan yang didapatkan dikali jumlah bulan tertunggak : 2,5% x (bulan tertunggak per 1 Maret 2017) x (besar biaya pelayanan) = DENDA PELAYANAN, atau besaran denda pelayanan rawat inap paling tinggi hanya Rp30 juta. Jumlah bulan tertunggak yang digunakan sebagai acuan denda adalah maksimal 12 bulan. Peraturan dan perhitungan denda pelayanan ini berlaku sejak 1 Juli 2016, dan Perpres itu disusun dengan melewati diskusi dan masukan berbagai pihak. (Sumber dari website: https://bpjs-kesehatan.go.id/bpjs/

Jadi, ayo buat kartu BPJS Kesehatan, mudahkan caranya! Karena kesulitan itu terkadang kita sendiri yang mempersepsikannya sulit. Terlalu berpikir sulit, maka sulit lah hasilnya. Pastinya jika mengalami kendala saat pengurusan BPJS, segera hubungi kontak person pihak BPJS, ceritakan kendalanya agar mereka dapat membantu. Nikmati saja proses yang kadang membuat kita terlalu menyita waktu, tetapi inilah yang disebut proses. Selamat mengurus teman-teman!!!


Astinaria.com

Phasellus facilisis convallis metus, ut imperdiet augue auctor nec. Duis at velit id augue lobortis porta. Sed varius, enim accumsan aliquam tincidunt, tortor urna vulputate quam, eget finibus urna est in augue.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar