Tiga Cara Penyajian Mie Aceh Bikin Ngiler



Mie Aceh atau mie kuning yang dibuat dari tepung terigu ini sekarang semakin hits namanya. Brand mie Aceh tidak hanya megah di Aceh saja, tetapi brand ini sudah mulai merambah ke dunia kuliner nusantara hingga tingkat nasional. Oleh sebab itu, nama mie Aceh sudah sangat familiar di telinga masyarakat Aceh, ditambah lagi jika kita adalah pemburu kuliner. 

Di Aceh, mie ini sudah menjadi makanan sehari-hari yang kadang pun kerap dijadikan pengganti lauk-pauk. Nasi yang hanya disantap dengan mie Aceh sudah jelas rasanya bikin meleleh.
Mie Aceh tanpa penambahan daging maupun seafood, rasanya bikin meleleh
Sebagai penikmat kuliner, ada baiknya mengetahui sejarah maupun asal mula kuliner tersebut. Ini cerita dari sedikit tentang kisah manis dibalik mie Aceh. Sepengetahuan saya nih selaku anak Aceh dan penggemar masakan tradisional Aceh. Jika dilihat dari sejarah yang selama ini beredar, mie Aceh dipengaruhi oleh budaya lokal masyarakat Aceh serta pengaruh budaya asing yang masuk ke dalam wilayah Aceh pada masa perdagangan masa lampau. Kuah mie yang diadopsi dari kari yang berasal dari India, sementara mie merupakan pengaruh dari masakan China. 

Seiring berjalannya waktu, mie Aceh ini kemudian dipadukan dengan paduan daging lembu atau kambing dan aneka seafood seperti udang, kepiting, cumi-cumi, dan lain-lain, hal ini karena Aceh merupakan tempat penghasil seafood terbanyak dan terbaik di Indonesia karena letaknya yang dikelilingi oleh Selat Malaka, Laut Andaman dan Samudera Hindia. Dan sebagian masyarakat Aceh bekerja sebagai nelayan.

Untuk menambah kenikmatan, berikut ada tiga cara penyajian mie Aceh yang bikin kita ketagihan karena kelezatannya, juga super kenyang, diantaranya..

1.     Mie Aceh with Kepiting
Mia Aceh perpaduan antara kelezatan mie dan sedapnya kepiting. Nah, kepitingnya super jumbo, dijamin bakal keyang plus lalai dibuat sama kepiting. Kepiting terasa lebih nikmat karena bumbunya yang menyatu dan terserap ke dalamnya.

Mie Aceh kepiting, rasanya tidak mampu dirangkai lewat kata-kata

2.     Mie Aceh with Udang
Konsep penyajian mie Aceh sama seperti di atas, hanya saja perbedaan terletak di penambahan seafood, contohnya udang. Nah, udang yang ditambahkan pun bukan udang kecil, melainkan udang besar yang kenikmatannya lebih terasa perpaduan antara rasa udang, rempah-rempah di dalam bumbu mie, maupun mie itu sendiri.
Penyajiannya bisa sesuai selera kita, mau pedas atau tidak, silahkan. Mau berkuah, tumis, atau goreng, silahkan. Yang penting kenikmatan berlipat-lipat itu sesuai dengan selera masing-masing.
 
Source: http://masteresep.com

3.     Mie Aceh with Daging
Daging yang ditambah ke dalam mie bisa daging sapi atau kambing. Nah, terkadang dibeberapa tempat di Aceh juga menyediakan mie Aceh dengan ditambahkan burung raja udang (bergik dalam bahasa Aceh). Biasanya burung ini sering dijumpai di daerah Sigli dan sekitarnya.

Source: https://klik-eat.com

Dulu, mie Aceh juga memiliki cara masak yang berbeda dibandingkan masakan lain, yaitu dengan menggunakan konsep tradisional seperti arang.  Citra rasa yang dihadirkan pun berbeda. Kamu, yang belum pernah rasa mie Aceh, ayo dicoba! Harganya murah meriah, antara Rp.8000,- Rp. 25.000. lezat dan bikin ketagihan, juga mudah didapat di warung/kafe terdekat.

Astinaria.com

Phasellus facilisis convallis metus, ut imperdiet augue auctor nec. Duis at velit id augue lobortis porta. Sed varius, enim accumsan aliquam tincidunt, tortor urna vulputate quam, eget finibus urna est in augue.

2 komentar:

  1. Saya salah masuk website kayaknya di jam 20:24 WIB.
    Udah laper ketemu Mie Aceh lagi!!!
    Wuahhh.... NGILERnya!
    Saya suka yang ada kepitingnya.

    BalasHapus
  2. haha.. ayo dicari, kalau sudah ketemu langsung pesan, trus dilahap sampe abis, mas.. lebih nikmat lagi di makan pas lagi cuaca dingin atau hujan..

    terima kasih mas Freddy sudah berkunjung :)

    BalasHapus