Cilet Coklat Menyatukan Rindu Kita



Rindu itu adalah rasa yang abstrak. Seperti rinduku padamu yang kadang tidak terucap dan terdengar. Ungkapan rindu bukan semesta lewat ucap atau pun kata. Dan aku memilih menunjukkan rindu lewat perhatian. Meskipun jarang bertatap mata.

Rindu tidak selamanya diungkapkan kepada pasangan. Tetapi rindu yang sebenar-sebenarnya adalah pengharapan untuk sebuah pertemuan kepada Emak, saudara, dan gadis kecil yang telah berjasa menghibur lukaku. Rindu seperti ini terkadang hanya dirasakan olehmu yang jauh dari mereka. Layaknya aku.

Ini kisah rinduku untuk si gadis kecil. Dia yang selalu menghibur dan tiada hari baginya untuk tidak tertawa. Ratu, gadis yang sangat periang. Hobinya makan dan jalan-jalan. Cita-cita saat ini kepingin jadi koki. Ia layaknya ulat di buah nangka yang melompat-lompat tanpa duduk manis. Ketika ditanya, bisakah Ratu duduk manis sebentar saja? Dan sudah ketebak jawabannya dari hasil analisa sendiri, “siapa suruh kakak dikasih makan belut?” 
Kami bagai perangko saat bertemu. Dalam urusan dan kepentingan apapun, Ratu selalu jadi teman yang baik. Saat ini usianya beranjak 10 tahun, tetapi usia dan pengetahuan tak seimbang. Acapkali dalam kondisi apapun, selalu hadir pertanyaan dan keingintahuan ia yang membuat aku sulit menjawab. Bisa dikatakan pertanyaan itu sulit untuk menjelaskan di usianya yang masih belia. Tetapi ini adalah pengetahuan yang menurutku tidak semua anak kecil mampu berpikir cerdas sepertinya.

Tiga puluh satu Desember lalu, dia menelpon, “Nda, kakak mau beli hadiah untuk ulang tahun, Nda. Tapi kakak cuma punya uang Rp. 4000,-. Nda, mau dibeliin apa?”

Lima hari setelahnya aku putuskan untuk pulang setelah sekian lama diundur-undur dengan alasan yang tak valid. Ratu sangat kegirangan setelah mendengar kepulanganku. Entah itu rindu atau pengharapan lainnya yang membuat ia sangat girang. 

Satu jam sebelum keberangkatan. Saat itu langit kota Banda Aceh mendung kehitaman. Tak lama guyuran hujan turun semakin deras. Dalam jalan, berbalut jas hujan. Dan keceriaan memucak saat melintasi gerai kecil nan eksotis itu, sepertinya Cilet Coklat akan menyatukan rindu kita. karena kau terlalu tergila oleh coklat, maka ini untukmu.
Gerai Cilet Coklat, coklat kekinian
Coklat yang kau suka. Coklat yang selalu kau ingin. Coklat yang kau harapkan. Dan ini coklat untuk hari ceriamu. Coklat terbaik dari gerai Cilet Coklat sebagai pelengkap perhatian rinduku pada gadis ulat nangka.

Cilet Coklat sudah tiba di Kota Langsa
Sore itu setelah kado kecil ini kuberikan untuknya, terlintas pertanyaan itu muncul, “Nda, kenapa di dunia ini ada coklat? Siapa yang buat coklat pertama kali, Nda?”

Ratu, girang banget saat dikasi coklat.

Lagi-lagi kataku, pertanyaannya sulit untuk dijawab dan harus menggunakan kata dan kalimat sederhana. Yang pasti, Aceh memiliki komoditas coklat yang sangat banyak. Tidak heran jika Aceh menghasilkan produksi dari coklat dengan berbagai varian olahannya. Jadinya harga produk olahan coklat terbaik di Aceh pun tidak terlalu mahal karena Aceh itu kaya akan sumber daya alamnya.

Buket bunga juga ada, Nih. kece pokoknya ini gerai.

Kurang lebih begitulah penjelasan saat itu, dan jangan tanya bahwa dia juga memintaku untuk menjelaskan definisi dari kata komoditas, varian, produksi, dan olahan. Transfer ilmu terasa indah ditemani rintik hujan dan angin sore, bercerita dan berbagi ilmu dengan si gadis ulat nangka.
Lengkapnya, dibeberapa daerah seperti Aceh Selatan, Aceh Tenggara, Pidie Jaya, Bireun, Aceh Utara, dan Aceh Timur. Provinsi Aceh merupakan daerah penghasil tumbuhan kakao yang cukup besar. Coklat diolah dari biji kakao yang diproduksi dalam bahan setengah jadi (bubuk coklat) maupun bahan jadi yaitu coklat.
Salah satu coklat terbaik Aceh dapat ditemukan di gerai Cilet Coklat yang terletak di Jalan  T. Iskandar Simpang BPKP Lambhuk, Banda Aceh. Gerainya unyu-unyu sekali, kecil tetapi cukup membuat mata pangling dengan konsep kekiniannya. Malam itu adalah kali pertama aku mengunjungi gerai Cilet Coklat, dan langsung takjub dengan konsep gerainya. Di sini banyak pilihan jenis coklat dengan bermacam-macam bentuk. Ada yang bentuk Love, bulat, segiempat, bahkan bentuk botol mungil sekali pun.. Nah, ada satu jenis coklat khasnya gerai Cilet Coklat, yaitu coklat arabika kopi.

Coklat botol, enang juga ya sekali leup...
Kamu, ingin mengungkapkan rindu atau menyatakan hubungan persahabat, nih nyatakan dengan coklat ala Cilet Coklat. Di gerai ini juga bisa memadukan antara buket bunga dengan coklat, tergantung request.
Coklat, satunya cara yang ia pinta dan ini ungkapan rinduku lewat perhatian untuk kamu, gadis kecil.
Kalau ke Cilet Coklat, ngak afdol kalau belum foto. Abaikan kostum backpacker-nya


astina ria

Phasellus facilisis convallis metus, ut imperdiet augue auctor nec. Duis at velit id augue lobortis porta. Sed varius, enim accumsan aliquam tincidunt, tortor urna vulputate quam, eget finibus urna est in augue.

6 komentar:

  1. Coklat bagus untuk peredaran darah.
    Insya Allah target 2017 akam tercapai nih kalau sering-sering makan coklat. Hahah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haha, apa hubungannya ya dengan target 2017?
      Coklat obat bagus buat hilangin stress dan insomnia.. haha

      Hapus
  2. Coklat bagus untuk peredaran darah.
    Insya Allah target 2017 akam tercapai nih kalau sering-sering makan coklat. Hahah

    BalasHapus
  3. Belum masuk ke tokonya, jadi tahu gmna tokonya. Thanks Tina 😊

    BalasHapus
    Balasan
    1. Unyu-unyu kak tempatnya, yok tina temanin... haha

      Hapus