Penyakit TTH (Tension Type Headache) Dapat Menyerang Kapan Saja



Sabtu lalu, sekitar pukul 18.00 wib, tetiba kepala saya sakit berdenyut – seperti ditarik-tarik-. Malamnya, saya ke klinik terdekat untuk di tensi, oh mungkin akibat darah rendah. Setelah dicek ternyata tekanan darah saya sekitar 100/60 yang biasanya normal 120/90. Alhasil, tiga jenis obat saya lahap, salah satunya obat penambah darah –dari resep dokter juga-.

Kiranya pagi hari saya dapat terbangun dengan segar tanpa keluhan di kepala. Ternyata tidak, denyutnya masih berlangsung. Tidak hanya berdenyut, tetapi disertai juga dengan gangguan lainnya, seperti sakit pundak, sakit kepala dari depan hingga ke belakang, leher pegal-pegal, otot terasa kaku, bahkan hingga ke penglihatan. Gangguan seperti ini sudah lama saya alami, mungkin akibat mata minus, atau terlalu lelah, mungkin.

Ternyata gangguan seperti di atas diakibatkan oleh ketegangan otot saraf/ kepala tegang. Ilmu medis menyebutnya Tension Type Headache (TTH). TTH adalah rasa nyeri yang menjalar dari mata hingga ke dahi, lalu ke arah atas telinga hingga ke bagian leher belakang sampai pundak. TTH bisa terjadi secara akut maupun kronis. TTH akut biasanya keluhan muncul kurang dari 15 hari dalam 1 bulan, sedangkan TTH kronis adalah TTH yang mucul lebih dari 15 hari selama 1 bulan dan keluhan ini muncul selama 6 bulan. Durasi TTH  dapat  berlangsung selama  beberapa menit , hari , bulan hingga bertahun-tahun.

Hal yang paling saya takutkan adalah kanker otak, Alhamdulillah bukan. dr. Fazil Amris menyebutkan bahwa kanker otak ditandai dengan sakit yang berkepanjangan dan tempat nyerinya hanya di satu titik saja, sedangkan TTh rasa nyeri meliputi seluruh bagian kepala bahkan hingga ke leher dan pundak.

(SR: http://sidomi.com/wp-content/uploads/2015/10/sakit-kepala-leher.jpg)

          Mau tau apa penyebab terjadinya TTH, berikut hasil wawancara saya dengan dr. Dessy spesialis saraf di salah satu praktek dokter di seputaran Banda Aceh. TTH muncul dikarenakan seseorang sering mengalami stres yang berkepanjangan, kurang tidur (sleep deprivation), waktu makan yang tidak pasti atau sering menahan lapar, bagi mahasiswa ini yang paling sulit dihilangkan yaitu memangkul tas belakang dengan kapasitas berat (laptob, buku, dan lain-lain), mata lelah, posisi duduk yang tidak nyaman dan jarang melakukan peregangan otot.

Munculnya ketegangan otot saraf disebabkan oleh malfungsi dari penyaringan rasa nyeri yang berasal dari batang otak. Otak mengalami kesalahan pada saat menginterprestasikan informasi yang diterima. Seharusnya signal yang diterima digunakan untuk menggerakkan otot temporal atau otot lain, tetapi malah diinterprestasikan untuk memunculkan signal nyeri. Alhasil gangguan seperti ini tidak dapat dicegah. 

Setelah minum obat dari resep dokter. TTH mulai berkurang, tetapi jika dalam dua minggu belum juga pulih, maka pengobatan harus berlanjut. Hehe, karena terlalu berat membayar pengobatan, maklum lah mahasiswa akhir yang butuh uang di mana-mana, jadinya pengobatan selanjutnya saya lakukan sesuai saran dokter yaitu olah raga rutin, jika terlalu lama duduk baiknya segera lakukan peregangan otot, posisi duduk tegak, kurangi stress, makan teratur, dan yang paling sulit saya hindari adalah merangkul tas dengan kapasitas berlebihan.
Nah, TTH akan muncul lagi jika tidak dicegah, baiknya mulai lah hidup sehat selagi muda. Pokoknya jika sudah terlalu kronis, segera periksa ke dokter agar dilakukan tindakan lebih lanjut. Salam sehat :)


astina ria

Phasellus facilisis convallis metus, ut imperdiet augue auctor nec. Duis at velit id augue lobortis porta. Sed varius, enim accumsan aliquam tincidunt, tortor urna vulputate quam, eget finibus urna est in augue.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar