Harga Rumah/Kos Melambung Tinggi di Kota Banda Aceh



 
Source: http://kkcdn-static.kaskus.co.id/images/2013/02/24/2422332_20130224061715.JPG
Di sini, tempat berkumpulnya segelintir pemuda-pemudi mengejar ilmu untuk mengembangkan skill yang pernah dimiliki sebelumnya. Di kota kita, Banda Aceh. Kota yang mulai padat ini setiap tahunnya terus menampung pendatang baru, pelajar maupun pekerja, saya salah satu bagian dari mereka.

Namun, ketika tiba masanya pergantian tahun, ada sebuah fenomena yang telah mentradisi dari tahun ke tahun, yaitu terjadinya pergantian tempat tinggal, terkecuali bagi mereka penduduk asli kota ini. Di sini kami para pelajar maupun pekerja yang berasal dari luar daerah yang selalu membuat fenomena itu terus berulang-ulang.

Ini kisah saya, kisah seorang mahasiswa yang selalu merasakan fenomena itu terjadi, kami adalah pemburu tempat tinggal untuk kelangsungan hidup selama di rantauan. Sepanjang menempuh studi di salah satu Universitas di Banda Aceh, saya tidak pernah bertahan lama di satu tempat. Bahkan pernah dua kali pindah dalam setahun. Alasannya tentu ingin mendapatkan tempat yang lebih layak dan aman selaku kita mahasiswa rantauan. Ditambah lagi alasan yang disebabkan oleh kenaikan harga sewa yang membuat kita harus mengorek kantong lebih dalam lagi.

Hal yang sama terulang kembali beberapa hari yang lalu, saya kembali disibukkan mencari tempat tinggal baru, karena rumah sewa yang sekarang bermasalah dengan kebersihan juga harga kian melambung mahal namun tanpa adanya kenyaman. 

Mencari tempat yang terjangkau, aman, namun tetap murah sangat sulit ditemukan di kota ini. Ada yang kos-kosan murah namun kurang nyaman. Ada pula yang mahal tetapi terlalu berat harga untuk kamar 3x3meter. Nah, ada juga yang murah dan terjangkau tetapi malah bermasalah dengan orang-orangnya yang jauh dari kebersihan. Kebersihan adalah sesuatu yang sangat penting bagi saya, teman-teman sesama kosan mengenal saya sebagai teman yang paling cerewet –tapi cuma di masalah kebersihan saja, lho. Yang lain aman- tidak piket, dapur hingga piring kotor yang sudah bertumpuk lama, nah, kalau begini siap-siap saja  untuk diterbangkan ke tong sampah. Selama satu tahun ini, saya telah membuang banyak sekali peralatan masak, maafkan saya teman-teman, semoga semakin menipis peralatan di rak piring, kalian akan sadar akan kebersihan.

Lanjut lagi!!
Biasanya bulan pergantian rumah/kosan sewa terjadi sekitar Juli sampai Agustus. Masa-masa ini dikarenakan terjadi arus masuk dan lulusnya mahasiswa di beberapa Universitas di Banda Aceh. Terlebih lagi rumah/kosan yang terletak diseputaran kampus. Nah, pada bulan-bulan ini baiknya Anda sisakan waktu sekitar beberapa hari untuk mencari rumah/kosan sewa, proses mencarinya bisa Anda lihat di brosur-brosur yang ditempel, teman, atau pun lakukan pencarian di situs OLX.

Tahun 2016 bagi saya adalah tahun yang paling mengejutkan mendengar harga-harga rumah/kos sewa. Pada awal tahun saya kuliah, harga rumah/kos masih standar, yakni sekitar 2 juta sampai 3 juta per kamar, atau 5 juta sampai 6 juta per rumahnya. Seiring tahun-ke tahun, harga pun mulai naik. Nah, di tahun 2016 ini, harga rumah/kos sewa sangat melambung, beda dari tahun sebelumnya dengan selisih sekitar 500ribu sampai 1juta.

Apa penyebabnya? Nah, bisa jadi para produsen menerapkan hukum ekonomi ini, semakin tinggi permintaan, semakin meningkat pula harganya,” bener gak bunyinya begitu? Pokoknya harga semakin melambung ditengah bertambahnya permintaan.

Di Banda Aceh, harga per-kamar kos bisa mencapai 5 juta sampai 15 juta pertahun. Harga 5 juta dengan kondisi kamar kosong, ada juga yang 6 juta dengan ukuran kamar 3x4 meter tanpa kamar mandi di dalamnya. Harga seperti ini biasanya ditemukan di tempat-tempat yang jarak tempuh ke kampus tidak lah jauh.

Begitu juga dengan harga rumah sewa, yakni berkisar antara 8 juta sampai 15 juta per tahun dengan fasilitas 2 kamar tidur, kamar mandi, dapur, dan ruang tamu. Nah, yang harga 8 juta ini sangat sulit ditemukan, kecuali Anda cepat dan beruntung. Tetapi ini untuk kawasan yang berdekatan dengan kampus, ya!

Bagaimana solusinya? Pertama, berinvestasi lah para orang tua jika kemungkinan anak-anaknya akan menempuh pendidikan di kota ini. Kedua, manfaatkan rumah/kos murah walaupun jaraknya jauh, sebagai transportasinya gunakan saja Bus Transkutaraja yang super murah dan nyaman. Ketiga, ada juga kos-kosan yang berdekatan dengan kampus dengan harga murah, tetapi konsekuensinya Anda harus rela beramai-ramai dengan fasilitas berama-ramai pula. Keempat, carilah uang tambahan sambil kuliah untuk aset selama di rantauan. 


Baiklah, untuk adik-adik mahasiswa baru, Banda Aceh adalah kota termahal di Indonesia, jadi pandai-pandailah berhemat dan manfaatkan fasilitas pemberian orang tua untuk kebutuhan kuliah. Jangan sering-sering shooping ya, gak baik. Kata orang dulu, banyak jajan bikin kita gak pandai. Nah, buat yang kuliah dari hasil beasiswa, jangan habiskan uang beasiswa untuk kepuasan pribadi, misalnya gonta-ganti handphone, shooping. Semoga tujuan kita kuliah bermanfaat “positif” bagi diri sendiri, keluarga, dan masyarakat.

astina ria

Phasellus facilisis convallis metus, ut imperdiet augue auctor nec. Duis at velit id augue lobortis porta. Sed varius, enim accumsan aliquam tincidunt, tortor urna vulputate quam, eget finibus urna est in augue.

2 komentar:

  1. Kakak enggak tahu gimana susahnya nyari koss di Banda Aceh, karena... you know we so well. Hahaha.... kalau kemahalan lagi, sini pindah rumah kk. Lantai duanya kosong. Xixixi

    BalasHapus
  2. hahaha..... boleh kak Isni?
    iya kak, coz ini pengalaman tiap tahun.. hehe

    BalasHapus