Hadiah Awal Berstatus Mahasiswa


Status menjadi mahasiswa baru tentu banyak menyelipkan kebahagian. Tidak kecil perjuangan saat memperebutkan satu kursi saja, persiapan dan pendanaan terkuras satu tahun sebelum tes menegangkan itu terjadi. Inilah moment yang disebut dengan sistem kebut satu tahun untuk satu hari. 
Setelah memasuki dunia yang selalu menjadi kebanggaan pemuda, ternyata kehidupan saya berbanding terbalik dari kebiasaan dahulu. Zaman putih abu-abu segalanya serba instan. Sesulit apapun yang dihadapi selalu ada orang lain yang memberi kemudahan dengan ragam solusi. Namun, almamater hijau mengajarkan saya, bahwa hidup tidak semudah memasak mie instan.
Seragam ini mengajarkan saya untuk bersungguh-sungguh dalam bertanya, kepada siapa saja, jika tidak ingin lenyap dalam keramaian, menjadi butiran pasir dalam batu kerikil, atau terhempas bagai daun kering lalu terseret oleh penyapu, maka bertanyalah.
Kasus malu bertanya pernah saya alami di tahun pertama memasuki dunia almamater hijau. Saya merantau ke Ibu Kota, tinggal dengan orang-orang yang asalnya entah darimana saja, nama kampung mereka pun tidak pernah saya dengar. Akibat malu bertanya, alhasil dengan percaya diri saya mencoba hal baru yang belum pernah dilakukan sebelumnya. Tidak hanya teman, kepada pihak kampus pun saya tidak bertanya.
Orang tua menyuruh saya untuk membuka rekening agar memudahkan saat proses transaksi pengiriman uang dari kampung. Batu sudah pecah menjadi butiran-butiran kerikil yang sangat halus, dan tak ada yang dapat mengembalikan dengan keutuhan semula. Saya harus menangung kantung kering di akhir bulan, lagi.
Kata Emak saya, uang Rp. 500.000,- itu banyak jumlahnya. Bahkan pemakaian selama satu bulan pun pasti banyak meninggalkan sisa. Ternyata Emak  salah, uang Rp.500.000,- jika diplotkan untuk kebutuhan sehari-hari mahasiswa rantauan serba pas. Misalnya saja, pengeluaran konsumsi sehari-hari Rp. 200.000,-  per bulan. Keperluan mengisi pulsa handphone dan minyak sepeda motor Rp.100.000,- per bulan. Plot untuk kebutuhan kampus semisal membeli buku atau foto kopi bahan kuliah sekitar Rp. 100.000,- per bulan. Ditambah lagi dengan pengeluaran membayar listrik dan PDAM di kos-kosan, tentu uang Rp. 500,000,- per bulan masih dikatakan kurang. Tidak heran jika banyak mahasiswa rantauan mencari alternatif lagi dengan puasa sunah atau menghadiri undangan makan dari kenalan baru. 
Plot di atas selalu saya rincikan di awal bulan, namun karena masih baru dalam manajemen keuangan, alhasil pengeluaran tidak terkendali dan acapkali minus di akhir bulan. Beberapa bulan kejadian yang sama terus melanda saya. Ditambah lagi harus berbagi rezeki dengan pemotongan bulanan dan sisa saldo terakhir di rekening minimal Rp. 100.000,-. Bayangkan dengan uang kiriman Rp. 500.000,- per bulan dipotong lagi. 
Mau bertanya nggak sesat di jalan, karena saya malu bertanya akhirnya sesat di jalan. Sesat di jalan penghematan dan pengeluaran uang. Setelah kejadian yang sama beberapa bulan, akhirnya saya ceritakan kasus ini kepada teman dan abang untuk meminta solusi mereka.
Sang Lagendaris Aceh
Begitu lah rentetan panjang lebar akibat tidak bertanya sebelum berbuat. Sejak mendapat kartu ATM dari kampus almamater hijau di awal perkuliahan, beliau tidak pernah membuka rekening di Bank lain. Meminimalisir pemotongan dan sisa saldo di rekening, sebenarnya ini adalah keuntungan bagi kami. Malahan sangat membantu dalam penghematan.
Memberi kemudahan dalam menimba ilmu di kampus almamater hijau
Akibat ketidakpedulian saya terhadap pertanyaan yang singkat itu, akhirnya saya harus menanggung beban. Padahal setiap mahasiswa baru di kampus almamater hijau diberikan kartu ATM. Kartu ATM milik mahasiswa ini memang sudah di atur sebaik-baiknya yaitu dengan menekankan jumlah pemotongan dan sisa saldo di rekening.
Sejak dulu hingga sekarang, saya masih setia pada satu Bank saja, yaitu Bank BNI yang peduli nasib keuangan mahasiswa. Bahkan selama ini tidak terasa jumlah pemotongan karena jumlahnya hanya ribuan, dengan sisa saldo Rp. 17.000,- rekening kami masih aktif. Yang penting jangan malu #AskBNI jika tidak ingin boros.
Tanpa terasa pemotongan, bahagia lihat sisa saldo

astina ria

Phasellus facilisis convallis metus, ut imperdiet augue auctor nec. Duis at velit id augue lobortis porta. Sed varius, enim accumsan aliquam tincidunt, tortor urna vulputate quam, eget finibus urna est in augue.

20 komentar:

  1. Ingat BNI jdi ingat KTM diunsyiah. Sayang BNI banyak2. Mantappp kak tlisannya....

    BalasHapus
  2. Wah, sama. Saya juga masih setia dengan BNI. Kita sehati ya, Mbak :)

    BalasHapus
  3. haha... karena ATM dan KTM satu paket. benar begitu Rahmat Aulia

    BalasHapus
  4. satu hati, satu atap kita ya Helka Pratiwi

    BalasHapus
  5. Kami juga sayang sama BNI kak. kemana2 selalu bareng BNI :'D

    BalasHapus
  6. Berhubung udah tamat S1 (jangan baper bagi yang belum), alhamdulillah BNI gak ngelepasin gitu aj. KTM-nya di..diapain itu namanya lupa. Yang jelas, sekarang udah jadi ATM dan ad bukunya juga. Cantik lagi. Bisa dipake seumur hidup... terus, senengnya juga di situ, seneng dengan cara memanggil customernya...yang nomer dieja gitu hihi :D sukses terus deh, Tina dan BNI!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah, itu dia tandanya gak mau move on dari BNI.. iyakan cut?

      Hapus
  7. BNI sungguh mengerti mahasiswa mahasiswi yaa...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga selalu mengerti ya bg fery

      Hapus
  8. BNI yang dirindukan. Dimana ada BNI, sudah pasti ada mahasiswa/i yang mengekor di belakangnya, hehehe
    Sukses terus ya... ^_^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haha... ternyata nawra pengamatnya ya selama ini. Pekerjaan Anda terbongkar..

      Hapus
  9. SLIp spp yg cantik mebahana ketimbang bank lain dan biaya sppnya yg sudah di ketahui teler tanpa perlu di kasih tau lagi ..
    Hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul sekali.. saya suka sama slip spp nya.. hehe

      Hapus
  10. Yap ..
    Apapun itu ..
    Bahagia membuka rek BNI

    BalasHapus
  11. Yok buka lagi pis, tapi utk kk ya.. hihi

    BalasHapus
  12. lomba apa ini? kami ikotlah..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lomba #AskBNI bg nazri, tapi udah tutup pula.. hehe

      Hapus