Virus Ini Akan Membantu Resolusi 2016


Resolusi 2016, sedikitnya tidak akan mengulang resolusi 2014 dan 2015. Hidup hanya sekali, masa muda juga sekali, waktu tidak pernah terulang, dan penyesalan selalu hadir di belakang.
Benar, hidup hanya sekali. Satu tahun lebih, sudah cukup hidup dalam gelap. Dan sekarang hanya ingin melaju untuk terus mengejar mentari. Karena diri saya, hanya saya yang mengerti.
Resolusi 2016 berat euy, tapi percayalah. Karena rezeki Allah yang atur, kita hanya berdoa dan berkeras-keras dalam bekerja.
Kenapa berat? Karena di tahun ini saya cukup menggila dalam menyusun resolusi dengan segala keterbatasan, tidak berpenghasilan tetap, ngorek sana-sini, tidak jutaan tapi mainnya selalu puluhan dan sesekali ratusan. Ini yang disebut modal nekad.
Sama halnya dengan nekad dalam urusan traveller. Untuk menjadi seorang traveller itu butuh keberanian dan mental kuat, jika tidak hasilnya akan nol. Yoi pastilah, baru ditakuti sedikit saja sudah mundur, “bahaya dijalan, apalagi perempuan, sepi nanti digangguin, ada hantunya,” bagi saya jika kita terus perdulikan kata orang, sampai rambut memutih pun gak bakal kesampaian. Berhati-hati dan waspada memang perlu, ditambah lagi kita adalah perempuan.
Sebenarnya urusan jalan-jalan bukan saya saja. Bang Fazil dan Kak Tria pun begitu. Bedanya Bang Fazil lebih suka jalan-jalan tapi akhir tujuannya adalah untuk pendidikan (bapak-bapak kuliah). Hmmm, kalau Kak Tria virus travel-nya lebih banyak indoor, travel-nya habisin uang melulu, shoping, libur kerja biasanya jalan-jalan ke Medan buat nyari mall, nonton bioskop, begitu seterusnya (maklumlah, wanita ber-uang dan di Langsa belum ada yang begituan). Tapi ada yang seru juga nih, kalau diajak travel sama Kak Tria, saya tinggal goyang kaki doang, “Kak, mau itu! Mau beli ini! Makan itu, yok..!”  
Saya masih traveller cilet-cilet modalnya pun cilet-cilet, tapi area jalannya lumanyan menantang dibandingkan abang dan kakak. Pokoknya selalu cari tempat baru untuk dikunjungi dengan bajet yang sedikit. Ada kebahagian tersendiri yang sulit untuk diungkapkan ketika kita sudah mencapai salah satu mimpi itu, misalnya berhasil dapatkan smartphone keren. Nah, begitu juga dengan saya, travelling adalah mimpi-mimpi saya. Hanya dengan ini saya bisa belajar untuk menghargai diri sendiri dan orang sekitar.
“Ngeri area kalian ya, perempuan lagi?” seseorang pernah mengajukan pertanyaan seperti ini.
“Jangan dibawa ngeri, santai saja. Ada Allah yang menjaga dan melindungi kami.”
Senior saya di FLP juga pernah mengatakan hal yang sama, Kak Ade Oktiviyari. Banyak yang saya pelajari dari beliau, termasuk dalam urusan keberanian dan tekad untuk travelling. Masih muda dan sehat, jika tidak sekarang, kapan lagi?
Satu sisi yang lain, saya punya alasan tersendiri, yaitu hanya dengan begini saya dapat melupakan segala hiruk-pikuk permasalahan. Disaat emosi sedang habisnya terkuras, travelling sangat dibutuhkan untuk menstabilkan kembali pola pikir.
Satu berkah yang tidak terencana. Bulan ini saya berhasil berkunjung ke tiga tempat wisata, yaitu air terjun tingkat tujuah di Tapak Tuan, Aceh Selatan; bukit jalin di Jantho, Aceh Besar; dan air terjun suhom, Aceh Besar. Ketiga tempat ini masing-masing punya tantangan tersendiri yang gak pernah terlupakan. Apresiasi ini mungkin hanya saya yang rasakan.
Beginilah yang disebut kehidupan, sesekali harus keluar dari zona aman untuk mencoba ragam tantangan. Kekuatan fisik dan jasmani akan tertantang juga di sini. Berada dan beradaptasi di tempat yang sama terus akan membuat mental dan jiwa melemah.
Revolusi 2016, travelling juga menduduki posisi ke dua setelah revolusi pertama yang cukup berat, “Semoga bertambah rezeki untuk membeli rumah di Banda Aceh, persembahan untuk Adik bungsu ku yang akan melanjutkan studinya, Aamiin.” Dan resolusi lainnya dilanjutkan dengan mengganti laptob yang mulai lelah, juga banyak resolusi lainnya.
Semoga Allah mengabulkan niat saya ini. Aamiin.
Semangat traveller wanita!!! Semoga Allah selalu menjaga dan melindungi kita. Semoga hidup kita semakin positif dan bermanfaat dari pelajaran yang didapatkan selama travelling. Aamiin. 

Tantangan akan meningkatkan rasa syukur kita kepada Allah SWT.
Hargai alam, hargai mahakarya ciptaan Allah
Menjaga Alam adalah bukti cinta kepada Allah
Yang Muda Yang Berkarya
Siapa lagi, kalau bukan saya!

Astinaria.com

Phasellus facilisis convallis metus, ut imperdiet augue auctor nec. Duis at velit id augue lobortis porta. Sed varius, enim accumsan aliquam tincidunt, tortor urna vulputate quam, eget finibus urna est in augue.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar