Dari Lubuk Aceh Yang Terdalam Tersimpan Pesona



Jangan herankan jika Aceh benar-benar menyimpan pesona yang amat dalam. Pesona inilah yang menggugah mereka untuk terus melirik hingga ke dalam. Bukan hanya mereka, saya pun begitu. Dari Lubuk yang telah menyimpan rasa penasaran. Untuk Lubuk yang akan memanjakan pandangan kita.

Apa yang terpesona dari Lubuk? Nah, tentu Anda akan sangat penasaran tentang letaknya, isinya, atau sejarahnya. Kali ini saya tidak akan berbicara tentang sejarah. Tepatnya ini adalah sebuah tempat yang patut dipuji karena tradisi dan kinerja orang-orang didalamnya.

Sebagian besar kampung ini dihuni oleh masyarakat asli dan sebagiannya lagi adalah pendatang. Lubuk sangat mudah dijangkau karena letaknya sedikit berjauhan dari Ibu Kota Banda Aceh dan merupakan kampung yang terletak di Jalan Banda Aceh-Medan. Saat masuk ke gerbang utama saja, Anda akan langsung menemukan perbedaannya.

Jika selama ini di Jakarta Pusat memiliki sebuah aset teladan, Nah di Aceh pun begitu. Tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga kaya akan adat-istiadat. Lihat saja dari bentuk rumahnya yang dikenal dengan Rumoh Aceh. Akan susah Anda dapatkan ditempat lain kecuali disini. Inilah rumah simbol dan kebanggaan orang Aceh.

Penasaran? Tepat sekali, saya pun sangat penasaran ketika mendengar tentang pesona Lubuk. Lubuk letaknya cukup strategis untuk dikunjungi bagi wisatawan baru, hanya 20 KM dari Kota Banda Aceh. Berkat kerjasama sesama antar penduduk untuk melestarikan budaya Aceh, juga diiringi kerja keras. Akhirnya hadirlah Desa Lubuk Sukon, Kecamatan Ingin Jaya, Kabupaten Aceh Besar sebagai Gampong Wisata Teladan yang diresmikan pada tahun 2003 oleh Pemerintah Aceh di bawah Dinas Pariwisata dan Kebudayaan  (Disbudpar).

Inilah jalur yang harus Anda tempuh untuk menuju ke objek wisata ini. Bagi Anda yang memilih Banda Aceh sebagai tempat utama mendarat atau yang tinggal di Banda Aceh. Anda dapat menempuh dari dua jalur perjalanan umum yang menuju ke Medan. Jalur pertama dapat diakses melalui Simpang Surabaya, sedangkan Jalur kedua dapat ditempuh melalui Darussalam yang menghubungkan dengan Blang Bintang. Selanjutnya Anda hanya perlu mengikuti jalan Banda Aceh-Medan. Perjalanan ini sekurang-kurangnya menghabiskan waktu sekitar 30 menit.

Tiba di Gampong Lubuk, Anda langsung akan dihiasi dengan kekhasan tradisional Aceh yang masih terjaga kelestariannya. Inilah jembatan yang sudah berdiri sejak puluhan tahun lalu, hingga sekarang masih utuh. Sekeliling jembatan dipenuhi oleh pemandangan gunung serta bukti keasrian dengan bersahabatnya warga sekitar dengan alam. 

Tidak hanya itu, persahabatan warga dan alam pun terbukti dari pagar-pagar rumah penduduk yang masih alami dengan hiasan bunga atau tumbuhan sebagai pengganti pagar di rumah-rumah zaman sekarang. Lingkungan yang sangat terjaga kebersihan dan keasrian alam. Warga pun sangat bersahabat dengan sesiapa saja. Tradisi masih terus terlestarikan hingga saat ini. Tidak hanya untuk berkunjung, saya yakin Anda pun akan betah untuk tinggal disini selama satu bahkan berminggu-minggu lamanya. Selamat menikmati perjalanan Anda, semoga virus-virus cinta lingkungan pun tertular pada kita.





Astinaria.com

Phasellus facilisis convallis metus, ut imperdiet augue auctor nec. Duis at velit id augue lobortis porta. Sed varius, enim accumsan aliquam tincidunt, tortor urna vulputate quam, eget finibus urna est in augue.

2 komentar:

  1. Pas lagi ngestalk tiba-tiba ditarik kepostingan ini...

    iya bener banget Lubuk Memang memiliki pesona tersendiri, mulai dari budaya dan tridisi yang masih dijaga hingga pesona alam luar biasa, oh iya sedikit ngasih tau kalau ane asli dari lubuk gapuy lho (desa setelah lubok sukon)

    tulisan ane tentang lubok bisa dilihat dimari
    1. Pesona Keindahan Gampong Lubok

    2. Rumoh Aceh Rumoh Khas Lubok

    BalasHapus
  2. Oia? Waah salam kenal orang lubok, lubok itu natural dan ramah lingkungan.. suka sekali sama rumah panggungnya... hehe

    BalasHapus