Tapaktuan, Kota Wisata di Aceh Selatan



Rabu malam, dari Banda Aceh kami menuju Tapaktuan. Jika perjalanan Anda ke arah Barat Selatan menggunakan angkutan umum, maka keberangkatan Anda hanya bisa di malam hari. Lama perjalanan berkisar antara 7—8 jam.  Tapi tergantung mobilnya juga, sih. Jika menggunakan mobil rental seperti Avanza, 6-7 jam sudah tiba. Malam itu, saya dan kakak memilih minibus, Sempati Star. Mencoba suasana baru. Eh, lagi-lagi Megatren Sempati Star bikin ngiler, waduh kapan bisa naiknya, ya!
Dua hingga tiga hari saja, Anda sudah bisa menikmati semuanya. Dijamin bakal terjamah semua objek wisata di Aceh Selatan ini. Kabupaten Aceh Selatan dengan Ibu Kota Tapak Tuan memiliki tiga jenis suku, diantaranya suku Aceh, suku Aneuk Jamee, dan suku Kluet. Nah, kebetulan kami tinggal di Tapak Tuan dengan suku Aneuk Jamee, dan bahasa yang mereka gunakan juga bahasa Aneuk Jamee (Bahasa Minangkabau dialek Aceh). Tiga hari ini, cukup buat saya menghafal beberapa kata dalam bahasa Aneuk Jamee.
Masjid Tapaktuan, arsitektur timur tengah

Hari kedua, tempat wisata yang kami kunjungi adalah pantai. Bermodal sepeda motor pinjaman, siang hingga petang menelusuri oleh-oleh khas Tapak Tuan (fokus pada minyak pala) dan menikmati sunset di pantai-pantai Tapak Tuan. 
Mengejar sunset di pantai Tapaktuan. Kota ini dikelilingi oleh laut, jadi tidak heran jika kemana-mana terus disuguhi oleh pantainya yang indah
 
Ini foto saya ambil saat sedang melaju di atas jalan tol
 
Indahnya lautan dengan airnya yang hijau
 
Pantai ini letaknya di Batu Hitam, tapi kecewa berat, pantai yang indah namun banyak sampah disekitarnya
Bagi yang ingin membeli oleh-oleh, ini saya bocorkan harga oleh-oleh khas Aceh Selatan. Untuk para pengrajin minyak pala adanya di desa Batu Itam, satu botol kecil berkisar harga antara Rp.30.000-Rp.50.000/botol, minyak aromatik (Roll On) pala murni harganya Rp. 20.000/botol, Balsem pala Rp. 6.000 - Rp. 8.000/botol, Sirup pala sekitar Rp.15.000/botol, kue bunga pala sekitar Rp.5000/bungkus, kue pala potongan kecil dan manisan pala Rp.10.000/3-bungkus. 
Oleh-oleh khas Tapaktuan, langsung di pabrik pembuatannya
 
Masih dengan aroma khas buah pala, manfaatnya banyak guys..!!!
Usai membereskan titipan orang-orang, saya dan kak Tria lanjut menelusuri pantai Tapak Tuan, jreng...jreng...!!!

Lanjut hari ketiga, agendanya merayap ke air terjun tingkat 7 dan kolam pemandian Panjupian (pemandian putri naga). Tetap nekat meskipun di hari sebelumnya satu orang wisatawan asal Banda Aceh terpeleset tenggelam di air terjun tingkat 7.  *kurang hati-hati si Bapak dan sudah jadwalnya Allah panggil.
Ditemanin Bang Fazil, saya dan kak Tria hanya sampai di tingkat 4. Waah, tingkat 4 saja sudah serem perjuangannya. Dari tingkat 4, kami pun bisa menatap tingkat 5. Nah, yang buat penasaran, tingkat 6 dan 7 dimana ya?
Akses jalan menuju air terjun tingkat 7, hanya setengah saja jalannya yang bagus.
 
Sudah kelihatan tuh air terjunnya, karena musim hujan jadi pepohonan tumbuh dengan baik dan hijau
Air terjunnya dingin euy, buat yang belum bisa berenang, jangan coba-coba ke tengah kolam air terjun ya. Lumanyan dalam, lho.
 
Air terjun tingkat 3, segar dan sejuk banget euy...

Dari sini ku pandang, karya-Mu yang sangat mempesona

 Menatap dari bawah, menikmati aroma tumpahan air mengalir deras, sungguh tidak akan terhitung, besar mahakarya-Mu yang harus selalu kami syukuri dan jaga kelestariannya. Inilah bentuk terima kasih kami pada-Mu, ya Rabb.
 
Ini tingkat 4, dan yang kecil di atas itu tingkat 5. dan tingkat 6, 7, saya tidak tau dimana.. hehe


Bagi wisatawan baru, sebelum meranjak menelusuri objek wisata di Aceh Selatan, ada baiknya cakap-cakap dahulu dengan warga setempat. Penduduk setempat hingga sekarang masih menerapkan sistem “Pantangan.” Khusus di hari Jumat, siapa saja dilarang untuk beraktivitas kecuali di rumah. Begitu juga jika ingin mengunjungi tempat wisatanya. Pantangan lainnya, dilarang lalai dan terlalu meriang ketawa-ketiwi. Selebihnya aman-aman saja asal mengikuti pantangan tersebut.. hehe
Tingkat 1, tapi airnya deras sekali euy. asiknya pingin langsung jeburrrr....Brrrrr

Kolam pemandian Putri Naga Panjupian, selanjutnya. Hari mulai petang, jadinya kami tidak berlama-lama di sini. Setelah duduk santai, pose-pose, nikmati mie Udang Aceh, nasi goreng, dan air kelapa segar. Nikmat euy, pulang perut kenyang.
Simpang 3, jalan masuk ke pemandian Putri Naga Panjupian

Tempat ini paling banyak dikunjungi oleh para keluarga menikmati hari libur, tempatnya cocok untuk si Ibu aman dalam mengawasi anak-anaknya bermandian kolam. Air segar bebas kaporit.
Kolam pemandian Putri Naga, letaknya tepan di bawah kaki gunung
 
Ini kolam utama, dan ada juga kolam kecil lainnya. airnya masih alami dan bebas dari kaporit
 
Dilengkapi juga pondok tempat Anda berteduh sambil menikmati derasnya aliran air sungai tepat dibelakang pondok
 
Air sungai yang mengelilingi tempat pemandian Putri Naga
Selesai jalan-jalan 2 hari, 1 hari di turun tanah dedek bayi ( orang tapaktuan menyebutnya “Turun Mandi”). Malamnya langsung gowes ke Banda Aceh lagi dengan minibus lain, Harapan Indah. Sekedar info, ongkos minibus dari Banda Aceh-Tapak Tuan yaitu Rp. 170.000/orang. Selamat mencoba, karena foto saja tidak akan puas. Kepuasan hakiki akan terasa nikmat saat berada di tempatnya langsung.
 
Ini yang disebut jalan tol, beberapa ruas sudah selesai dibangun, dan sebagiannya lagi masih dalam tahap pengerjaan. meski jalannya mulus tapi tetap harus berhati-hati karena sebelah dari jalan posisinya mengapung, jurang langsung laut.. hihihi

astina ria

Phasellus facilisis convallis metus, ut imperdiet augue auctor nec. Duis at velit id augue lobortis porta. Sed varius, enim accumsan aliquam tincidunt, tortor urna vulputate quam, eget finibus urna est in augue.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar