Kutemukan Cinta Baru di Greenland



Cinta, ia datang karena dicari
Karena cinta yang ini, aku yang mengejar
Ia ada namun tak terlihat
Hanya hati yang rasa

Cerahnya mentari menghampiri gemuruh hati yang direlung oleh jutaan pertanyaan juga pernyataan orang-orang. Saat yang lain berbicara pesona, hatiku malah berkata keindahan. Yang lain menegakkan pandangan, sedang aku menunduk pandangan. Aku malu.

Kali pertama dipertemu dan bertemu dengan karya cipta-Mu, disini! Bahkan setelah berpisah, mata ini masih saja terpesona oleh waktu yang telah lalu. Sepanjang detik terus mengenang dan merasa, lalu meresapi hingga aku tertunduk semakin malu, pada-Mu.

Semakin menghayati, semakin pula tinggi rasa kagum. Dua hari di Greenland, rasanya belum puas jua untuk memanjakan syukurku pada-Mu. Aku terus memandang, terpanah oleh apa-apa yang terlihat. Kiri dan kanan, semuanya indah. Seindah dan sesejuk mentari berganti rintikan hujan cinta yang turun dari langit, milik-Mu.

Benar kata orang, kota ini indah nan harum oleh pepohonan segar. Aku sudah kembali, namum semerbak kelima indera masih terasa, seakan-akan hadirku masih saja disana, Greenland.

Benar malu aku pada kuasa-Mu
Aku kecil dan Engkau Penguasa
Kesombongan menikam hati
Bukan apa-apa aku tanpa-Mu

waktu lalu dan seterusnya
Akan hadir rasa syukur atas keindahan karya-Mu
Terima kasih Allah, atas nikmat keindahan alam-Mu.
Buat aku lagi-lagi terpanah
Bumi Allah sangat indah, bersama mari jaga dan rawat destinasi-Nya



Astinaria.com

Phasellus facilisis convallis metus, ut imperdiet augue auctor nec. Duis at velit id augue lobortis porta. Sed varius, enim accumsan aliquam tincidunt, tortor urna vulputate quam, eget finibus urna est in augue.

2 komentar:

  1. These words show the sincerity of your feelings and the purity of intentions. I think that you said them with all your heart. You were able to convey your thoughts to us.

    BalasHapus
  2. I need to share with you good news. Love is Gos. He loves all the people and we acan ask Him to help us.

    BalasHapus