Tak Terhingga Sayang Untukmu



Lama sudah ingin kutulis tentang rasa kagum dan terima kasih ini untukmu. Namun, banyak hal yang menghambat hingga kata sayang ini baru terucap lewat tulisan. Jika lisan sangat sulit untuk menggambarkan, maka lewat tulisanlah tempat mencurahkan segenap isi hati.
Guess buat kamu, Satriah alias Satria Baja Hitam. Saat mendengar atau melihat gambar Satria Baja Hitam - salah satu tokoh di film yang sangat populer dimasa dulu – aku langsung teringat akan wajah, ucapan, maupun perilakumu, karena tokoh yang sangat populer dalam hidupku adalah Satriah di dunia nyataku.
Tegas, peduli, juga penuh perhatian. Itulah tiga kata yang tidak pernah tergantikan oleh sesiapa pun. Bahkan di usia yang meranjak 28 tahun ini, kau masih saja sangat peduli kepadaku yang tidak bisa membalas apapun. Kau penuh semangat. Dalam kesedihan hiruk-pikuk kehidupan pun, kau masih bisa terus menebar senyum-tawa-canda-dan semangat kebaikan.
Kau tularkan sifat itu kepada kami. “Inilah jalan hidup yang harus kita jalanin, jangan sedih, putus asa, apalagi menyerah. Semangat jangan hilang bahwa akan ada sebongkah kebahagian nan ceria di hari depan,” inilah ucapannya. Bahkan hidup kami lebih penting, bahagia kami lebih penting, dan masa depan kami lebih penting, dibandingkan diri sendiri.
Kau sangat mulia hati. Kau juga sangat telaten dan pekerja keras. Banyak hal yang telah kau ajarkan pada kami, lewat lisan maupun kebiasan harian. Kerapian, kebersihan, pergaulan, bahkan hingga cara berpakaian. Meski gaya kita berbeda, tapi kau selalu ajarkan bagaimana menata penampilan yang baik dan benar, walau acapkali tak kuindahkan. Juga kebersihan dan kerapian yang akhirnya telah melekat dalam hidupku.
Ingatku pada satu momen, kau panggilku ke kamarmu, tersontak batin ini saat tanya itu keluar dari hatimu, “Na, apa yang bisa kakak kasih, baju ini mau?” beginilah kebiasaannya. Acapkali kala ia menjengukku di rantauan atau aku yang pulang ke rumah, selalu saja ada hadiah, baju, sepatu, tas, bahkan ia rela menghabiskan gaji penuhnya – cukup banyak jumlah- selama dua hari hanya untuk mengajakku makan-makan, liburan, dan shopping.
Hari ini bukan hari lahirmu, bukan pula hari pernikahanmu. Tapi hari ini, hari lalu, bahkan hari esok, adalah hari yang selalu kuucapkan kata “Terima Kasih Kakak, kau lah kebahagian sejatiku.”
Kak Tria dan Saya cukup dekat lahir batin, meski jarak kami jauh.. hehe

Jarak bukanlah hambatan untuk selalu menghantarkan doa untukmu, Kakak. Disini ku titip doa agar kau selalu bahagia, cepat temukan jodohmu, sukses kariermu, bahagia keluargamu kelak di suatu hari. Dan, terus jadi kakak, tokoh sejati Satriah Baja Hitam untuk kami, adik-adik kakak yang jail. Sayang kakak yang tak terhingga jumlahnya.
Kak Tria hobinya traveling, katanya uang bisa dicari, tapi pengalaman sangat berharga. makanya tiap libur kerja, traveling terus. hobi kami sama.


 
Satriah Baja Hitam yang sesungguhnya itu, yah ini..!!!

Astinaria.com

Phasellus facilisis convallis metus, ut imperdiet augue auctor nec. Duis at velit id augue lobortis porta. Sed varius, enim accumsan aliquam tincidunt, tortor urna vulputate quam, eget finibus urna est in augue.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar