Pembunuhan Paling Stragis, HEPATITIS

Kenalkah dengan penyakit yang satu ini, Hepatitis? Bagaimana proses penyerangannya atau secepat apakah penyakit ini akan membunuh kita?

Sebelumnya saya akan menceritakan sebuah kisah. Ini terjadi di kampung halaman saya. Penyakit ini menyerang seorang Ibu dan dua anaknya yang masing kecil dalam kurun waktu cukup dekat. Awalnya hepatitis ini menyerang seorang anak kecil perempuan yang berusia sekitar lima tahun. Tidak lama virus hepatitis ini menyerangnya dalam kurang lebih tiga minggu, sang anak dikabarkan meninggal. Sebelumnya ia sempat dilarikan ke rumah sakit umum Medan. Beberapa hari dirawat disana. Si anak meninggal. Selang waktu dua minggu kemudian, Virus itu kembali menyerang saudara kandungnya, yaitu abang laki-laki, saat itu bocah laki-laki ini sedang menempuh pendidikan di sekolah dasar kelas IV. Awalnya ia mengalami deman, kedua orang tua hanya merawat dirumah saja dengan obat dari rumah sakit. Mereka mengira, ia terserang malaria seperti sebelum-sebelumnya. Tiba-tiba ia dinyatakan meninggal dunia.

Virus hepatitis ini begitu cepat menyerang kedua saudara kandung ini dalam waktu yang sangat singkat. Bahkan belum sebulan lamanya. Ternyata penyakit mematikan ini tidak berhenti begitu saja. Kurang lebih satu minggu setelah si bocah laki-laki menutup mata, Ibu mereka kembali menyusul. Gejala yang sama, tetapi keluarga benar-benar tidak tahu jenis penyakit apa yang membunuh kedua orang anak dan ibu dalam tiga minggu sekaligus. Belum juga duka lama berakhir, telah timbul duka baru. Keluarga masih menganggap bahwa penyakit itu adalah akibat perbuatan manusia, penyakit yang diciptakan oleh seseorang akibat dendam. Entahlah.

Kisah di atas mungkin belum cukup menyadarkan kita bahwa kematian itu sangat dekat. Lagi sehat dan cerianya bermain, tiba-tiba ajal menjemput. Bahkan sedetik kemudian pun kita tidak akan tahu apa yang akan terjadi.

Ini hasil bincang-bincang saya bersama seorang dokter, dr.Fazil. Ia abang saya, Alhamdulillah meski dunia kami berbeda, tapi saya sering berdiskusi dengannya yang berhubungan dengan dunia kedokteran tanpa mengenal tempat dan waktu. Dan beliau selalu bersedia menjelaskan panjang-lebar. Hehe..kalau berhubungan dengan ilmu kedokteran saya paling semangat mendengarnya.

Nah, berikut ini akan saya jelaskan seputar pertanyaan di atas:

Dalam dunia kedokteran dikenal dengan sebutan Hepatitis. Namun, masyarakat lebih mengenalnya dengan sebutan penyakit kuning yaitu penyakit yang menyerang bagian hati (liver). Hati akan membengkak sehingga proses kerja hati tidak akan berjalan secara maksimal. Hati itu sendiri berfungsi sebagai pembersih darah dari toksin (racun) sebelum diedarkan ke bagian lain, terutama otak. Memproduksi cairan empedu untuk proses pencernaan. Menyiapkan energi cadangan dalam bentuk glukosa. Memproduksi imunitas tubuh apabila terjadinya infeksi. Nah, hati juga bisa meregenerasikan sel-selnya sendiri apabila ada sel lainnya yang rusak atau kehilangan fungsi. Melihat fungsi tersebut, pastinya hati inilah yang sangat berperan penting bagi tubuh kita.

Hepatitis banyak jenisnya, yaitu Hepatitis A, Hepatitis B, Hepatitis C. Itu adalah jenis Hepatitis yang paling umum ditemukan. Untuk menjawab pertanyaan kedua. Hati (liver) tersebut diserang oleh suatu virus, yaitu Hepatitis A (Virus-Hepatitis-A atau VHA), VHB, dan VHC. Proses penyerangan virus ini 20 x lipat lebih cepat dan mudah dibandingkan penyerangan pada penderita HIV-AIDS. Berdasarkan pengetahuan yang saya peroleh dari dr.Fazil, virus berasal dari udara, kontak langsung dengan penderita. Seperti kasus di atas, selama si anak sakit, pastinya selama 24 jam pula sang Ibu merawat anaknya, hal ini sangat sulit untuk dicegah. Atau pergantian tempat dan barang pribadi si penderita. Piring yang digunakan oleh penderita, apabila tidak tercuci bersih, maka yang lainnya akan mudah terinfeksi juga. Begitulah kira-kira, Hmm...
Apa saja gejala dan tanda-tanda seseorang menderita Hepatitis. Nah, untuk Hepatitis A dapat ditandai dengan kuku, mata, kulit akan mengalami perubahan warna yaitu lebih kuning, mudah lelah, nyeri lambung, mual-mual, diare, demam. dan kehilangan nafsu makan. Hepatitis B ditandai dengan mual-mual, muntah, sakit kepala, hilang nafsu makan, bagian kuku, mata, dan kulit juga kuning. Dan Hepatitis C tanda-tanda yang muncul juga sama seperti Hepatitis C. Nah, Hepatitis B dan C merupakan tingkatan dari hepatitis A, artinya penderita yang mengalami hepatitis B dan C lebih kronis dibandingkan hepatitis A. Efeknya akan sangat fatal, bahkan sampai berhujung pada kematian.

Melihat proses penyerangan virus tersebut, pastinya akan sangat sulit untuk dihindari. Namun, selagi kita yang masih sehat, maka diperlukan beberapa hal untuk diterapkan. Diantaranya, hidup sehat sedari sekarang untuk menjaga stamina dan daya imun kita, peliharalah selalu gaya hidup bersih, bersih diri sendiri-bersih pula rumah dan lingkungan, jika ada salah satu gejala muncul seperti mual-mual dan mata atau kuku mulai terlihat ada yang berbeda segera periksa ke dokter ahli untuk penangan lebih lanjut.

Semoga gambaran umum saya mengenai penyakit Hepatitis ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Pengetahuan saya masih sangat terbatas, untuk informasi lebih jelas dan lengkap Anda bisa tanyakan langsung pada dokter spesialisnya yang menangani penyakit ini.

Astinaria.com

Phasellus facilisis convallis metus, ut imperdiet augue auctor nec. Duis at velit id augue lobortis porta. Sed varius, enim accumsan aliquam tincidunt, tortor urna vulputate quam, eget finibus urna est in augue.

6 komentar:

  1. Iya, betul sekali. hepatiti kalau sudag kronis, bisa berujung pada kematian :(

    BalasHapus
  2. iya kak eki, sangat berbahaya penyakit ini, di indonesia paling panyak kasusnya..
    makasi kak eki, uda mampir ke blog tina :)

    BalasHapus
  3. Hepatitis ini katanya cikal bakal HIV AIDS ya

    BalasHapus
  4. Setau saya bukan pak Asep, virus hepatitis dgn HIV/AIDS itu berbeda. faktor pemicunya juga berbeda pak. tapi jika sudah kronis sama2 berakhir dgn kematian.. :)

    BalasHapus
  5. Ditampatku juga, dikiranya penyakit akibat santet.

    BalasHapus
  6. Hmm, betul itu, masih banyak pemikiran masyarakat kita yg masi awam.. jadinya banyak berobat ke orang2 pintar aja. seharusnya kalo penyakit rumah sakit, ya ke rumah skt berobatnya :)

    BalasHapus