Ayokk, Pilih Menu Berbuka Sehat

Horee..!!! Lebaran hanya menghitung jari. Sebentar lagi Ramadhan meninggalkan kita. Huiks, cedihnya. Bagaimana dengan ibadah kita selama Ramadhan ini?

Berhubung latar pendidikan saya kimia, jadi ada baiknya berbagi pengetahuan yang selama ini saya peroleh kepada kerabat-kerabat dimana pun berada. Selain untuk diri sendiri, alangkah baiknya juga cegah orang terdekat kita untuk menyentuh makanan yang jelas bahaya bagi kesehatan. 

Ada beberapa jenis ciri-ciri makanan yang tidak sehat untuk dikonsumsi, ditambah lagi untuk berbuka puasa. Yok, ikuti ulasan saya:

1.    Pewarna Sintetik
Kenali makanan dan minuman yang sehat melalui tampilan luar. Nah, melihat tampilan luar mungkin tidak sepenuhnya berlaku bagi manusia, tapi hal ini cukup berlaku saat pilah-pilih makanan. Pewarna sintetik atau pewarna buatan ini sangat berbahaya. Kenapa? Karena pewarna tersebut seperti Rhodamin B, Bromtimol Blue, Cromyellow, biasanya digunakan untuk mengecat kayu, pewarna keramik, pewarna tikar, pewarna kain, dan untuk kebutuhan tekstil lainnya. Nah, jelas pewarna tersebut sulit diterima bagi tubuh kita. Jika pun diterima, efeknya kalau bukan dalam jangka pendek pasti dalam jangka panjang.

Mungkin efek awal seperti; gatal-gatal, mual, muntah, alergi kulit ditandai dengan timbulnya bintik-bintik merah, pusing, dan sebagainya. Efek jangka panjangnya, terkena kanker otak, kanker payudara, bahkan kematian meski dalam usia yang masih tergolong mudah. Mestinya masa muda dihabiskan untuk berkarya, tapi kalau begini kejadiannya, rumah sakit pelariannya.

Selama bulan puasa, banyak sekali orang-orang menjajakan kue-kue dengan berbagai rasa, bentuk, aroma, dan corak warna. Nah, kita perlu berhati-hati dalam memilihnya. Pertama, carilah kue yang warnanya tidak mencolok, seperti merah merona, kuning cerah, atau pun hijau bercahaya. Kue yang menggunakan pewarna alami, seperti kunyit, sayuran hijau, wortel, tomat, itu semua akan menampilkan warna yang kalem. Ketika dipengang, maka ia akan meninggalkan bekas warna di jari Anda. Meski tidak menggoda, tapi sehat.

Inilah jenis makanan dan minuman yang sering saya temuin dipasar yang menggunakan pewarna sintetik, antara lain: kue atau makanan yang menggunaka saus seperti somay-bakso goreng, kue basah, minuman berbuka yang warna-warni, dan lain sebagainya.

2.    Terlalu Banyak Penyedap
Di Indonesia ada jenis penyedap yang boleh digunakan tapi dalam batas ppm yang sangat kecil. Namun, kebanyakan produsen kita, banyak menggunakan penyedap jauh dari batas ketetapan atau tanpa menggunakan takaran yang jelas. Jelas itu yang rugi adalah konsumen, keluarga kita, anak-anak kecil yang masih segar-segarnya otak sudah mulai teracuni.

Sebaiknya jika tidak sempat untuk membuat sendiri, baiknya belilah makanan dan minuman yang sehat. Meski sedikit mahal, yang penting sehat. Lebih baik mana mencegah atau mengobati?

Makanan yang mengandung penyedap sudah lama menjadi bumerang bagi saya, efek samping yang selalu saya alami yaitu alergi yang ditandai dengan pusing berat hingga mual-mual. Alhamdulillah dengan alergi itu, saya dapat mencegah dari makanan bahaya itu.

Penyedap itu tidak sulit diperoleh, karna untuk menyedapkan makanan cukup dengan menggunakan garam, gula, madu, atau bahan dapur rempah-rempah. Tahukah Anda? Bahwa penyedap yang seperti butiran garam putih itu terbuat dari apa? Nah, itu terbuat dari limbah tebu saat proses pembuatan gula. Limbah itu seharusnya dibuang karena berbahaya, Loh kita makan dikonsumsi kembali. Hehe

3.    Penjual yang Bersih
Kebersihan adalah sebagian dari jati diri kita sebagai seorang muslim. Produsen dalam hal ini sangat berpengaruh bagi kesehatan tubuh konsumen. Pastikan ketika ingin membeli makanan atau minuman di tempat yang bersih, bebas dari tumpukan kotoran yang selalu didatangin lalat.

Kebersihan ini yang jarang sekali kita temui sama pembuat dan penjual makanan atau pun minuman. Tahukah Anda? Penyakit yang banyak dihasilkan dari makanan atau minuman itu sendiri berasal dari penjualnya sendiri. Tempat yang kotor, tangan tidak higienis, atau bahan yang tidak tercuci bersih, itu adalah sumber penyakit. Inilah kenapa kita sering mengalami diare atau pun mencret setelah mengkonsumsi makanan tersebut.

4.    Tertutup Rapat
Jika di bulan Ramadhan seperti ini, sangat disarankan untuk memilih makanan atau pun minuman yang selalu tertutup rapat. Apalagi pada penjual yang menjajakan makanannya di pinggir-pinggir jalan. polusi kendaran sangat meningkat pada sore harinya, karena polusi yang dikeluarkan oleh kendaraan tidak dapat lagi berfotosintesis dengan cahaya matahari, akhirnya polusi tersebut terus mengambang disekeliling kita. Dan terseraplah pada makanan, dan timbullah penyakit. Jadi hati-hati ya guys..!!!

5.    Jangan Turutin Nafsu
Bukankah kita sebagai muslim dan muslimah disarankan untuk tidak berlebih-lebihan dalam hal apapun, termasuk dalam mengeyangkan perut. jangan turutin nafsu, alhasil saat berbuka pun itu makanan tidak termakan, ujung-ujungnya terbuang. Mubazir. Ingat sama orang-orang yang tidak mampu, bahkan satu potong kue pun tidak bisa menikmati. Dari pada membuang-buang uang, lebih baik sedekah. Pahala yang berlipat-lipat diperoleh, bukan kantong kering. Waspadalah anak rantauan, jangan mubaziron..!!!

Meskipun menerapkan keseharian kita dengan metode sehat ala Rasulullah, mencegah dan menghindari ciri-ciri makanan di atas ada baiknya kok. Dapat pahala lagi, karena kita sudah merawat dan menjaga titipan Allah yang kenikmatannya hanya sementara ini. Oke guys, semoga di bulan Ramadhan ini kita bisa memperbaiki gaya makan, agar ibadahnya pun lancar karna tubuh sehat.

Selamat Berpuasa dan berlebaran di hari kemenangan.... 

Astinaria.com

Phasellus facilisis convallis metus, ut imperdiet augue auctor nec. Duis at velit id augue lobortis porta. Sed varius, enim accumsan aliquam tincidunt, tortor urna vulputate quam, eget finibus urna est in augue.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar