Oh...Sekeripsi..!!!


Disitu hujan, disitu pula sediakan payung. Hmm, mungkin itu pribahasa yang pas untuk mahasiswa tingkat akhir. Sebenarnya saya tidak begitu sih, tapi karena sesuatu kesalahan yang terletak di sistem online matakuliah, habislah saya dikejar-kejar deadline. Semoga Allah permudahkan. Amin

Menurut saya, ada beberapa hal penyebabnya:
 Pertama: ada di mahasiswa, sebelum deadline, santainya lebih plong, malas konsul, menyibukkan diri di tempat lain misalnya bekerja. Nah, begitu tiba keluar jadwal terakhir sidang, kelalapan gak tau bilang. Rela tungguin dosen pembimbing dari pagi hingga sore, tiap harinya kecuali minggu. Lupa makan itu sudah biasa, ada juga yang sampai lupa mandi. Intinya jangan sampai bayar uang SPP lagi.

Kedua: pada dosen, kesibukan dosen fulltime setiap harinya. Semakin cepat bimbingan mengejar, semakin cepat pula dosen pembimbing berlari. Sedihnya, cuma bisa konsul skripsi satu kali per-bulan. Kasian pada diri sendiri..!!! 

Ketiga: bantingan keras, awal konsul judul ditolaknya hingga berkali-kali. Sepuluh judul per-minggu, masih tetap ditolak. Minggu depan bawa lima judul lagi. Nah, akhirnya Ia pun mulai lelah, menghilang untuk kesekian lamanya.

Keempat: bantingan keras kedua, permasalahan seperti ini kerap kali terjadi. Tidak mampu mempertanggung-jawabkan judul proposal skripsi di seminar, alhasil tuh judul harus diganti. Bisa juga, perdebatan antara dosen pembimbing dan dosen penguji yang bikin si peseminar gegana. Sama deh hasilnya, galau lagi sama judul.

Kelima: Usai seminar proposal, menghilang entah kemana. Ini juga yang pernah saya alami. Dua bulan gak nonggol ke kampus. Yah begitulah, harus belajar mandiri, ngejar job dimana-mana, yang banyak uang orang juga.hehe

Keenam: tersendak di sidang, hanya menunggu beberapa hari untuk sidang, eh kendala di nilai matakuliah yang belum terinput dalam transkip online. Kalau begini urusannya kepo plus rempong banget. Intinya usaha keras biar bisa sidang. Namanya juga mau menuju ke puncak kesuksesan, jadi butuh usaha dan pengorbanan yang super besar. Laluin saja dengan semangat yang putus-putus. Habis semangat cari lagi.

Semoga wisuda cepat menanti kita si pejuang skripsi. Saya tidak berharap skripsi dihapuskan, tadi saya berharap dipermudah mahasiswa menuju wisuda. Itu saja. Setiap masalah ada solusi, hanya saja dibutuhkan usaha hingga terbanting-banting. Ayo, fighting kawan..!!!

Astinaria.com

Phasellus facilisis convallis metus, ut imperdiet augue auctor nec. Duis at velit id augue lobortis porta. Sed varius, enim accumsan aliquam tincidunt, tortor urna vulputate quam, eget finibus urna est in augue.

2 komentar:

  1. luar biasa pejuangannya untuk jadi sarjana .. kurang lebih 3 tahun lagi saya juga merasakan :(

    BalasHapus
  2. haha.. iya putri.. putri sebelum merasakannya, dari sekarang perlu siapkan strategi agar nantiya gak muter2 seperti kakak skrg..hehe

    BalasHapus