Usaha Muda dan Kreatif

            Ide itu mahal, begitu juga kreatifitas. Ide dan kreatifitas itu muncul karna ada minat. Minat yang akan membawa ke dunia perubahan. Tak ada tolak ukur, apakah ide yang dihasilkan itu kecil atau pun besar. Tapi penghargaan yang luar biasa bagi diri sendiri karna keberhasilanya mengeluarkan ide. Mungkin bagi orang ide kita tidak gregetan atau pun tidak masuk akal. Tapi percayalah, hanya kita yang tau alasan dan tujuan dari ide kita. Jangan dengarkan kata orang. Berbuatlah melalui ide itu seperti seorang bayi yang melakukan apa pun yang terlintas di pikirannya. Tanpa rasa takut atau pun perkataan dari orang-orang disekitarnya.

          Ketika sebuah ide terlintas dari benak kita. Maka bersegeralah, jangan simpan ia hanya dalam ingatan. Karna ia akan hilang seiring berjalannya otak bekerja. Pena atau selembar kertas, tulislah ia. Sama halnya dengan saya, ide itu sering terlintas disaat keberadaan saya merempongkan. Misalnya pada saat mengendarai motor, makan, bahkan di kamar mandi. Sebelum ide itu menghilang, tulislah ia. Ingat satu hal, ide bukan hanya untuk dituliskan begitu saja, lalu menyimpannya rapat-rapat dalam perkakas harta karun untuk anak cucu, tapi lakukan. Learning To Do. Meski itu gila. Dengan begitu kita akan menghargai diri sendiri.

         Saya beserta kedua teman satu kosan pernah mengalami hal itu. Saat itu, musibah besar melanda kosan, kedua teman ini harus kehilangan sesuatu yang paling berharga hasil keringat yang bercucuran orang tua mereka. Mungkin harganya sekitar 8 juta. Bagi orang tua, mengumpulkan 8 juta tidaklah mudah. Banyak rintangan dan hambatan yang sulit dilewati tak seperti bin salabin seorang pesulap. Butuh waktu hingga bertahun-tahun lamanya.

           Nasi sudah terlanjur basi. Merenung nasib diri dan pasrah. Hingga terlintaslah di kepala untuk mencari pekerjaan. Bekerja sebagai pelayan paruh waktu di toko atau pun rumah makan, juga tak masalah. Tak ada lagi gengsi disaat power kepepet. Tapi waktu tidak memungkinkan, bahwa ia seorang mahasiswa teknik arsitek yang tugasnya harus dua hingga tiga hari tidak tidur. Bagaimana dengan pekerjaannya nanti.

          Setelah berbusa-busa mengeluarkan beberapa argumen. Akhirnya terlintaslah dipikiran untuk membuat pekerjaan bukan mencari pekerjaan. Bulan November 2014, sebuah ide yang mendatangkan omset lebih dari cukup jika dibandingkan dengan bekerja sebagai pelayan atau karyawan.

                        Setinggi apapun pangkat yang dimiliki,
                        Anda tetap seorang karyawan
                        Sekecil apapun usaha yang anda punya,
                        Anda adalah BOS nya. (Bob Sadino)

        Kalimat itulah yang hingga saat ini menginspirasikan kami, bahwa ide itu akan menumbuhkan kreatifitas, dan kreatifitas itu akan mendatangkan keberuntungan. Subhanallah, berterima kasihlah kepada-Nya karna karunia yang tak terkalahkan oleh apa pun.

             Ini bukan kali pertama saya terjun dalam dunia bisnis. Tahun pertama kuliah di Fakultas Pertanian Unsyiah, saya dan seorang teman sudah mulai menjajah kue, menjual bros, gatungan atau asesoris lainnya dari kain flannel. Saat itu yang terpikir bukan karna power kepepet duit. Tapi power kepepet pengusaha. Dan itu juga dilandaskan oleh hobi. Tidak lama bertahan yang disebabkan oleh sibuknya kami di perkuliahan dan saat itu pula kami aktif di beberapa organisasi kampus.

             Dan meskipun saat ini saya terdaftar sebagai mahasiswa di Fakultas Keguruan, hal itu tidak sedikit pun mengurungkan cita-cita dan impian saya untuk menjadi seorang pengusaha. Dengan tidak meninggalkan kewajiban saya sebagai seorang guru dan penulis. Akan indah jika pengajar, penulis, dan pengusaha itu digabung dalam satu pilar kehidupan.

           Teman-teman, doakan usaha kami terus berkembang sukses ya. Karna saya percaya, pengusaha diluar sana juga mengalami hal yang sama seperti kami. Bangun jatuh bangun lagi. 



astina ria

Phasellus facilisis convallis metus, ut imperdiet augue auctor nec. Duis at velit id augue lobortis porta. Sed varius, enim accumsan aliquam tincidunt, tortor urna vulputate quam, eget finibus urna est in augue.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar