Cinta, Siapakah Pemilik Sejati?

Di sini pernah ada rasa simpati
Di sini pernah ada rasa menggagumi
Rasa ingin memiliki
Memasukkanmu ke dalam hati ini
Menjadi penghuni...
Mencoba berlindung di balik fitrahnya hati
Untuk mencari pembenaran diri...
Namun Ternyata semua hanya permainan nafsu
Untuk memburu cinta yang semu
Aku Tertipu...
Tuhanku berikanku cinta yang Kau titipkan
Bukan cinta yang pernah ku tanam
Aku ingin rasa cinta ini
Masih menjadi cinta perawan
Cinta yang hanya aku berikan
Saat ijab qabul telah tertunaikan
Tuhanku berikanku cinta yang Kau titipkan
Bukan cinta yang ku tanam
Begitulah, ketika aku mendengar lagu ini, saat itu pula  aku mulai menemukan apa artinya sebuah ikatan di atas sajadah cinta-Nya. Kini aku sadar, aku hanya ingin mengikat tali ini  sekuat mungkin setelah Allah mengesah dan meresmikan ikatan itu. Ikatan yang terjalin karna kehendak-Nya, ikatan yang terjalin karna takdir dari-Nya. Dan ikatan yang terjalin tanpa ada yang tersakiti.
Setiap insan pasti pernah merasakan getaran itu, getaran yang timbul dari sebuah perasaan hati. Aku juga. Tetapi bukan getaran itu yang dipermasalahkan, melainkan bagaimana cara kita menjaga getaran itu agar tetap setia sampai di akhir waktu. Tentu saja kesetiaan yang ku maksud itu ketika kita sudah dipasangkan dengan seseorang yang akan menstabilkannya atas restu Allah.
Kesetiaan, kasih sayang, perhatian, penghormatan, cinta, itulah yang akan kuberikan untuk seseorang ketika ia telah halal untuk ku genggam tangannya.
# Terinspirasi dari kisah seorang sahabat

astina ria

Phasellus facilisis convallis metus, ut imperdiet augue auctor nec. Duis at velit id augue lobortis porta. Sed varius, enim accumsan aliquam tincidunt, tortor urna vulputate quam, eget finibus urna est in augue.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar