Jalan-Jalan Gratisan



Aku suka traveling. Keinginanku untuk bias keliling nusantara bahkanluar negeri sudah tertanam sejak SMA.Tapi harus kuurungkan niat itu berhubung larangan dari orang tua. Nah…impian dan keinginan itu mulai kulampiaskan ketika aku merantau ke Ibu Kota. Alasannya, karna tidak ada lagi yang melarang, tetapi aku masih diawasi dari kejauhan lewat kabel tower hp.
Untuk bisa traveling tidak perlu meluangkan waktu khusus, apalagi tunggu libur panjang. Cukup sisakan waktu sekitar 2 sampai 3 jam saja. Kebiasaanaku, kalau jadwal kuliah padat, musimnya final atau tugas menumpuk. Nah…saat-saat yang beginian cocok banget untuk traveling, kembali mengrefres dan membukas araf-saraf otak yang kian terbelit-belit.
Banda Aceh terkenal dengan keindahan pantai yang semerbak. Setiap turis dalam maupun luar negeri, lebih memilih pantai sebagai tempat traveling paling nyaman, selain anginnya yang sepoi-sepoi atau udara segar, juga terkenal dengan sunrise dan sunset yang menggiurkan. Itusih mereka. Kalau aku lebih menyukai bukit yang mampu mencakar langit sebagi tempat liburan.
Kalau kamu sering ke Ujong Batee, sekitaran jalan menuju kesana terlihat bukit-bukit yang tinggi. Jika dilihat dari luar, kelihatannya biasa-biasa saja, sekarang coba naik ke atas puncak bukit. Menakjubkan. tidak perlu waktu yang lama untuk bias ke sana, cukup 30 menit.


Jalan masuk ke atas bukit


Aceh Besar banyak meninggalkan sejarah-sejarah pada masa penjajahan Belanda, Jepang, Portugis dan lain-lain seperti benteng Indra Patra di Desa Ladong, Ujung Batee. Belum lagi Benteng Kuta Lubok yang penuh dengan sejarah.
Perjalanan menuju ke puncak tidak memerlukan waktu yang lama, hanya saja sedikit kelelahan karna jalan yang berliku-liku. Kami memilih melewati jalan-jalan kecil di perkampungan. Perjalanan dimulai dari Tanjung Selamat, Darussalam, melewati desa Biruk Taman, hingga ke komplek perumahan bantuan korban gempa dan tsunami, PBB di desa Labuy Aceh Besar. Perumahan itu terletak di bawah kaki bukit. Untuk menempuh perjalanan ke bukit, alternatifnya hanya bias berjalan kaki, karna jika mengendarai sepeda motor akan banyak rintangan yang dihadapi, batu besar disepanjang jalan, belum lagi kondisi tanah di musim hujan.

Petik Jemblang. maksyusss nye...




Perjalanan lebih menyenangkan jika tiba musim buah jomblang (dalambahasa Aceh boh jambe kleng) atau bahasa kerenya anggur aceh. Buah jomblang banyak khasiatnya, selain untuk menurunkan panas dalam, bias juga untuk memperlancar buang air besar, atau sebagai antioksidan yang sangat dibutuhkan tubuh agar terlindung dari radikal bebas. Tidak perlu mengeluarkan biaya untuk mendapatkannya, cukup tenaga yang kuat untuk dapat memetik buah jomblang, dan tersedia gratis dalam jumlah yang banyak antara bulanAgustus sampai September.

buah jemblang


Buah jomblang sudah terkumpul satu kantong plastic besar. Selain buah jomblang, pemandangan di atas bukit tidak kalah menariknya dengan kota-kota Hollywood. Disini kita lebih terasa dekat dengan alam dan sang Khaliq. So…pasti jangan merasa takut jika mendengar suara aneh, itu adalah suara babi hutan, mereka tidak akan mengganggu.

Tafakur alam

astina ria

Phasellus facilisis convallis metus, ut imperdiet augue auctor nec. Duis at velit id augue lobortis porta. Sed varius, enim accumsan aliquam tincidunt, tortor urna vulputate quam, eget finibus urna est in augue.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar