Seperti Benang Yang Menampal Lubang



Perjalanan yang terasa singkat padahal panjang. Bersama wanita bersorban putih. Dunia bebas tiba-tiba berubah menjadi dunia bersangkar putih. Dia, ya dia. Dan aku berubah bersama dia.
2010. aku mengenalnya tanpa terencana. Tanpa mimpi atau pun tanpa pelantara. Di kampus hijau. Tiba-tiba saja aku terikat ke dalam rabithahnya. Bergelombang di kehidupan yang tak pernah terduga. Itulah takdir, takdir Ilahi.
Wanita bersorban putih. Lembut tapi tangguh. Tegas. Penyayang tapi tak tampak. Gokil tapi tersembunyi. Paling suka buat teka-teki sebelum masuk kuliah, yang bikin kawan-kawan ngakak. Kalau kuis, midtem, atau final beratraksi mulai tuh kesombongannya bangkit. Tapi itulah, yang kupelajari darinya.

Dyah Sang Expedisi







Awal atau akhir, kapan pun. Selalu ada waktu untuk ngajak aku menjelajahi kuliner mantap di toko buku. Pernah, akhir bulan. Kiriman belum datang. Uang cukup untuk makan. Pas pula… edisi terbaru bukunya Ipho Santoso. Keren abis. Matanya terus melototi si buku sambil hitung-hitung sisa celengan. “Gak apa-apa, yang penting buku”.
Itu yang kusuka darinya. Dalam waktu setahun, ia terlalu banyak memberi perubahan dalam hidupku. Dari males baca sampe rajin koleksi buku. Dari ngak pernah pakai rok jadi phobia sama jens. Allah menurunkan hidayah untukku melaluinya bersama uktifilah Al-Ihsan.
Always remember. Disetiap jejak dan langkahkan kaki karna Ridha Ilahi. Dua belas jam di kampus hijau, pagi hingga sore. Masuk kelas, rapat, diskusi muslimah, nongkrong di depan mushala Al-Ihsan, pastinya pose-pose yang tak pernah lupa. Semuanya terekam indah. Dan juga si Rere yang selalu setia meminjamkan tubuhnya untuk kami. Aku, jia, dan pemiliknya Rere. Syukran Rere walaupun aku punya yang lain, tapi aku selalu rindu sama Rere.
Tahun 2011. Aku, jia, dewi, kk eva, kk dinda, bunga. Sore hari seember air blepppp… menghujaninya. Diiringi tawa riang dan larian hingga menyesakkan. Lalu,  kesemprot nasehat atasan. Semoga itu bukan yang terakhir aku menumpahkan air ke tubuhnya. Hmmmnnn…….
Yah.. aku menganggapnya sahabat yang tak pernah hilang dalam ingatan meskipun kita jarang sudah berkumpul. Sang Diah Pitaloka, elo emang sang ekspedisi. Elo hebat bro.. moga usaha lo makin manjur. Akhwat milyader dengan sejuta usaha. happy milad ya..................Syukran bro. 

eksis siap beres2 UF 7


 

astina ria

Phasellus facilisis convallis metus, ut imperdiet augue auctor nec. Duis at velit id augue lobortis porta. Sed varius, enim accumsan aliquam tincidunt, tortor urna vulputate quam, eget finibus urna est in augue.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar