Hobby itu Kekuatan



Kesukaanku terhadapnya dimulai sejak aku duduk di bangku SD. Entah kenapa aku bisa mengenal dan langsung jatuh cinta pada pandangan pertama. Kakak yang mengenaliku dengannya. Dulu, setiap sore aku memilih untuk bermain dengan teman-teman. Berlari kesana-kemari. Dengan bermodalkan sepeda butut itu aku dengan dia telah mengelilingi setengah dari kota Langsa. Tanpa sepengetahuan orang tua.
Kebandelanku berakhir pada semester pertama di kampus. Mengenang masa-masa kecil hingga SMA, sulit dipercaya ketika aku mencerminkan diri sekarang. Kenakalan itu sedikit tersembunyi ketika aku masuk SMP, alasannya karna aku ingin menjaga nama baik mama dan juga sebagai guruku disana.
Sejak SD hingga sekarang, aku masih belum bisa melupakannya. Oopss…itu hanya kecintaanku terhadap hobby yang hingga kini masih mengiang-ngiang di pikiran. Yah…aku seorang pecinta drama korea. Masa bermainku dengan sepeda, sejak perkenalan itu telah kutinggalkan. Aku memilih untuk diam dan nongkrong di depan tv. Bahkan aku masih mengingat drama korea yang pertama aku tonton, Hotelier.
Bapak kerap kali memarahiku. Padahal aku nongkrong setelah semua pekerjaan sebagai penyapu dan si tukang cuci piring selesai. Hmm…aku sering mencuri waktu. Di saat Bapak sibuk dengan pekerjaannya, aku dengan sigap masuk ke ruang nonton.
Si penyapu dan tukang cuci piring. Sedari kecil, aku, adik, kakak, dan abang sudah dibiasakan untuk mandiri. Tidak boleh manja. Kelas tiga SMP saja aku sudah pandai mengecat rumah, meskipun cuma dikit.
Mama sering melontarkan pertanyaan itu kepadaku. “kenapa suka kali nonton korea?”
Aku belum tau alasannya. Yang pasti aku suka karna pemandangannya indah dan cantik. Sambil menonton aku selalu menghayal, seandainya saja aku ada disana. Berjalan di bawah pohon dengan daun berwarna merah. Menikmati musim salju. Tinggal rumah atap. Dan bekerja di kantor dengan gedung-gedung penangkap langit.
Umur semakin bertambah, tetap saja aku tidak mengurung niat untuk berhenti menonton. Banyak hal yang aku pelajari dari drama yang bernama korea itu, pastinya aku belajar cara bekerja keras tanpa menyerah, kesopanan dan tutur kata yang elegan, kesetiaan, keberanian, kecerdasan (berbicara dan bersikap), so…rumah atap yang berpintu dorong, lantai kayu, sumpit, mangkok, dan musim dinginnya itu lho…
Yah, aku punya kriteria drama kesukaanku. Segalanya yang berlatar kerajaan, atau kisah seseorang yang terlahir dari keluarga miskin hingga ia sukses atas usahanya. Itulah yang ku contoh dan kuterapkan dalam kehidupan pribadiku. Semangat juang dan selalu ceria setiap saat, jika pun harus menangis, yah…itu hanya boleh dilakukan dalam kamar ketika semua suara lelap dalam mimpi.
Dulu, aku penakut, manja, tidak bisa ini tidak bisa itu, dikit-dikit nangis, gak bisa langsung nyerah. Tapi sekarang sifat dan karakter pribadi itu mulai terkikis butir demi butir. Dan mulai tenggelam seiring berkurangnya usia.
Wuuffffhhh…inilah hobby yang sulit ku tinggalkan. Semua berawal dari hobby hingga aku mengenal, mengerti, dan memahami diri sendiri. Karna tak selamanya hobby itu menyesatkan…hahhaha


Astinaria.com

Phasellus facilisis convallis metus, ut imperdiet augue auctor nec. Duis at velit id augue lobortis porta. Sed varius, enim accumsan aliquam tincidunt, tortor urna vulputate quam, eget finibus urna est in augue.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar